Bertoleransi di tengah Potensi Perbedaan Penetapan Idulfitri

  • 18 Mar 2026 18:50 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Papua Barat Daya mengimbau umat Islam untuk menjaga toleransi di tengah potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Perbedaan ini diperkirakan terjadi karena metode penentuan yang digunakan pemerintah berbeda dengan Muhammadiyah.

Pemerintah mengacu pada kriteria imkan rukyat MABIMS dengan batas minimal ketinggian hilal 3 derajat, sementara posisi hilal saat ini dinilai belum mencapai batas tersebut, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat Daya, Drs. H. Mungawan, menegaskan bahwa perbedaan dalam ijtihad merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

“Kita tidak bisa memaksakan satu pendapat. Masing-masing memiliki dasar sendiri, sehingga yang penting adalah saling menghormati,” katanya.

Mungawan mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan dan tidak saling menyalahkan, serta tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan beragama.

“Kalau dengan umat lain kita bisa toleransi, maka sesama muslim harus lebih bisa lagi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....