Nakes Selamat Beberkan Detik-Detik Pembunuhan di Tambrauw, Akui Trauma
- 18 Mar 2026 17:29 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Korban selamat dalam peristiwa pembunuhan di Kampung Jokba, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Hamzah, akhirnya buka fakta terkait kronologi kejadian yang menewaskan dua orang, sekaligus mengaku masih mengalami trauma pasca insiden tersebut.
Hamzah yang merupakan analis kesehatan di RSUD Fef menjelaskan, peristiwa bermula saat dirinya bersama tiga rekannya berangkat menuju Sorong menggunakan tiga unit sepeda motor.
“Masing-masing ada tiga motor dengan empat orang. Dua motor sendiri-sendiri, saya boncengan dengan satu korban,” ungkapnya dihadapan Wakil Gubernur Papua Barat Daya dan puluhan tenaga kesehatan di RSUD Sele Be Solu pada Rabu 18 Maret 2026.
Ia menuturkan, saat mendekati lokasi kejadian sekitar pukul 12.00 WIT, rombongan tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi letusan senjata api dari jarak sekitar 30 meter.
“Sekitar 30 meter sebelum TKP ada bunyi tembakan. Itu yang bikin kami panik dan langsung mempercepat laju motor,” jelas Hamzah.
Situasi semakin mencekam ketika mereka memasuki tikungan. Secara tiba-tiba muncul sekelompok orang berjumlah sekitar empat hingga lima orang yang menghadang sambil membawa senjata tajam tradisional.
“Pas di tikungan, tiba-tiba ada sekitar empat atau lima orang. Mereka pegang tombak sama parang, sambil buat suara seperti ‘hu-hu’,” katanya.
Menurutnya, para pelaku terlihat sudah bersiap melakukan penyerangan dengan tombak, sehingga membuat rombongan kehilangan kendali akibat panik.
Akibatnya, salah satu korban, Yeremia Lobo, yang berada di depan melakukan pengereman mendadak hingga motornya oleng dan terjatuh.
“Saudara Yeremia panik, dia rem mendadak, motornya oleng lalu jatuh,” ujarnya.
Hamzah yang berada di posisi paling belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak motor di depannya hingga ikut terjatuh.
“Saya di belakang langsung tabrak motor yang jatuh di depan. Saya terpelanting ke depan, lalu langsung berdiri dan lari untuk selamatkan diri,” tuturnya.
Rekan lainnya, Robby, yang melihat Hamzah melarikan diri, kemudian ikut menyelamatkan diri. Sementara dua korban lainnya tidak sempat menyelamatkan diri.
Dalam keterangannya, Hamzah memastikan para pelaku berjumlah sekitar empat hingga lima orang dan seluruhnya membawa tombak serta parang.
“Kurang lebih empat atau lima orang, semua pegang tombak, mereka sudah mau ancang-ancang menyerang,” ungkapnya.
Ia juga mengaku tidak melihat secara langsung sumber tembakan yang terdengar sebelumnya, namun bunyi tersebut menjadi pemicu utama kepanikan rombongan.
“Saya hanya dengar bunyi tembakan, tapi tidak lihat siapa yang bawa senjata,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, yakni tenaga kesehatan Yeremia Lobo dan seorang warga sipil bernama Edwin asal NTT.
Pasca kejadian, Hamzah mengaku masih mengalami trauma dan belum siap kembali menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan.
"Mau istirahat dulu, masih trauma,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
“Harapan kami, pelaku segera ditangkap,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....