Polda PBD Rilis Kronologi Kasus Pembunuhan Dua Warga di Tambrauw

  • 18 Mar 2026 16:38 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Polda Papua Barat Daya merilis kronologi kasus penghadangan dan penganiayaan yang menewaskan dua warga di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 16 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WIT di jalan poros utama wilayah tersebut, saat empat warga yang mengendarai sepeda motor hendak kembali dari aktivitas mereka.

Mewakili Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo, S.IK, M.AP, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny Setya Agustin Hengkelare, didampingi Dirintel. Kombes Pol Angling Kuncoro, S.IK, serta Kabid Propam. AKBP Matias Krey, S.Pd dalam keterangannya di Aula Mapolda Papua Barat Daya, Rabu 18 Maret 2026, menjelaskan bahwa para korban dihadang oleh sekelompok orang tidak dikenal saat melintas di lokasi kejadian.

“Mereka kemudian diserang menggunakan senjata tajam,” ujarnya.

Akibat serangan tersebut, dua korban berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian ke pos keamanan terdekat. Sementara dua korban lainnya meninggal dunia di tempat akibat luka berat yang diderita.

Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa korban meninggal bukan akibat luka tembak, melainkan luka akibat benda tajam seperti parang.

Menindaklanjuti kejadian itu, aparat kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi korban, serta pengamanan wilayah. Jenazah korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit di Sorong.

Untuk menjaga situasi keamanan, aparat gabungan mengerahkan sekitar 60 personel Brimob yang ditempatkan di sejumlah titik rawan. Selain itu, personel TNI dan Polres Tambrauw juga dilibatkan dalam pengamanan jalur antar distrik.

Sistem pengawalan juga diberlakukan bagi masyarakat yang melintasi lokasi kejadian dengan pola konvoi guna meminimalisir risiko gangguan keamanan.

Polda Papua Barat Daya juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait identitas korban sebagai aparat maupun adanya unsur penembakan tidak benar. Korban dipastikan merupakan warga sipil.

“Hingga saat ini kami telah mengantongi sejumlah identitas yang diduga terkait pelaku, namun belum menetapkan tersangka karena masih dilakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan barang bukti,” jelasnya.

Polisi juga melakukan analisis terhadap video yang beredar dan mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap beraktivitas seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan.

“Kepolisian berkomitmen untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....