Rawan Kasus Penjambretan, Kapolres Raja Ampat Dorong Perbaikan Lampu Jalan

  • 16 Mar 2026 14:45 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat - Beberapa kasus penjambretan di Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, terjadi di jalan-jalan kota yang miskin penerangan. Berdasarkan pengungkapan Polres Raja Ampat, pelaku jambret memepet korban dan kemudian merampas barang berharga korban di lokasi yang gelap gulita tanpa ada lampu jalan.

Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktavianus Tegai membenarkan bahwa beberapa kasus pencurian dengan kekerasan atau curas terjadi di lokasi-lokasi yang gelap. Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat, khsusunya warga Distrik Kota Waisai untuk meningkatkan kewaspadaan saat melalui jalan-jalan sepi dan gelap.

AKBP Tegai mengaku akan menyampaikan kepada pemerintah daerah terkait sejumlah aksi curas yang terjadi di jalan-jalan yang gelap agar selanjutnya menjadi perhatian instansi terkait. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda agar kondisi jalan yang tidak ada penerangan menjadi prioritas untuk dipasang lampu guna mencegah terjadinya kasus-kasus kejahatan.

"Memang beberapa kasus jambret ini terjadi di lokasi yang cukup gelap. Hal ini tentu akan kami sampaikan ke pemerintah daerah, supaya ke depan lokasi-lokasi yang masih gelap ini bisa diprioritaskan untuk dipasang lampu-lampu jalan," katanya, Rabu, 11 Maret 2026.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menindak para pelaku kejahatan, yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada setiap orang untuk menempuh jalan yang baik dalam mencari pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bukan dengan jalan melakukan aksi pencurian yang merugikan orang lain.

Kapolres menambahkan bahwa citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia harus dijaga dan jangan dirusak dengan berbagai tindak kejahatan. Selama ini Raja Ampat sudah dikenal sebagai destinasi yang aman bagi wisatawan.

Dalam satu bulan terakhir Satreskrim Polres Raja Ampat telah menangkap sebanyak empat pelaku kasus pencurian dan penjambretan. Para pelaku ini kebanyakan menyasar perempuan untuk merampas ponsel dan barang berharga milik korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....