Aksi Mimbar Bebas Peringati International Women’s Day di Sorong

  • 09 Mar 2026 15:21 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Memperingati International Women’s Day, sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam Suara Perempuan Bersatu Sorong Raya (SPBSR) menggelar aksi mimbar bebas di kawasan City, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu 8 Maret 2026.

Mengangkat tema “Perempuan Bersatu Lawan Oligarki” Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas perempuan dalam memperjuangkan keadilan, kesetaraan, serta perlindungan terhadap hak-hak perempuan.

Koordinator SPBSR, Agustina Igimu, mengatakan bahwa peringatan International Women’s Day bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mengingatkan pemerintah dan seluruh pihak agar lebih serius memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Perempuan harus bersatu melawan sistem yang menindas, termasuk praktik oligarki yang sering kali merugikan masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan,” Kata Agustina

Agustina Menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan masih menjadi tantangan serius, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga tingginya angka kekerasan terhadap perempuan.

“Aksi ini menjadi ruang bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman dan tuntutan mereka. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk hidup aman, bebas dari kekerasan, dan mendapatkan perlindungan hukum yang layak,” tambahnya.

Para peserta aksi juga menyoroti kebijakan pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat kecil, termasuk perempuan yang sering kali menjadi kelompok paling terdampak dalam berbagai kebijakan ekonomi dan politik.

Selain itu, para aktivis juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah Papua Barat Daya. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, hingga tahun 2025 tercatat sekitar 38 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, angka tersebut merupakan bagian dari sekitar 124 total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan.

Bentuk kekerasan seksual yang paling banyak dilaporkan meliputi pemerkosaan, pencabulan, pelecehan seksual, hingga eksploitasi seksual.

Para peserta aksi berharap momentum International Women’s Day dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan gender masih terus berlangsung. Mereka juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....