Mitigasi: Pengetahuan dan Tas Siaga Bencana
- 26 Feb 2026 15:03 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong-Dalam menghadapi potensi gempa besar, Arfandi N Patandu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Geofisika Sorong, menekankan pentingnya mitigasi, baik dari sisi bangunan maupun kesiapan individu.
“Yang pertama mungkin pengetahuan, bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana. Selain menyiapkan bangunan, kita juga harus menyiapkan diri,” katanya.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menyiapkan tas siaga bencana, Arfandi mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pantai agar melakukan evakuasi mandiri apabila merasakan gempa kuat dan berlangsung lama.
“Tas siaga bencana berisi barang-barang yang sangat diperlukan ketika terjadi bencana, seperti dokumen penting, makanan dan minuman untuk bertahan hidup minimal tiga hari, senter, baterai cadangan, serta obat-obatan atau P3K,” jelasnya.
Dari sisi konstruksi, faktor struktur bangunan dinilai sangat menentukan tingkat risiko saat gempa terjadi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah juga berpengaruh terhadap kekuatan guncangan. Tanah rawa atau tanah lunak cenderung mengalami amplifikasi, yakni penguatan gelombang gempa.
“Yang pertama, perhatikan struktur bangunannya. Gunakan material yang layak dan desain yang sesuai standar konstruksi tanah yang mengandung banyak air, guncangannya bisa semakin kuat. Idealnya dibangun di tanah yang keras dan sudah dipadatkan dengan baik,” katanya.
Terkait jenis bangunan, ia menyebut rumah kayu secara struktur lebih fleksibel dibanding rumah tembok.
“Kalau secara struktur, kayu itu lebih tahan terhadap gempa. Sementara tembok bisa lebih mudah retak atau roboh saat guncangan kuat,” jelasnya.
Melalui edukasi seperti Sekolah Lapang Gempa Bumi dan program BMKG Goes to School, BMKG terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa serta langkah mitigasi sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....