Wabup Tambrauw Buka Lokakarya Strategi Pengentasan Guru Mangkir di Distrik Fef

  • 26 Feb 2026 12:15 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Tambrauw — Wakil Bupati Tambrauw Paulus Ajambuani secara resmi membuka kegiatan lokakarya rencana aksi strategis pengentasan guru mangkir berbasis solusi lokal di Kabupaten Tambrauw. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskamuda UI itu berlangsung selama dua hari, 25-26 Februari 2026, di ruang rapat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tambrauw, Distrik Fef.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Dinas Pendidikan bersama UNICEF yang telah bermitra dengan Puskamuda selama kurang lebih dua tahun dalam rangka pendampingan sekolah. Pendampingan itu mencakup kepala sekolah, guru, maupun siswa, termasuk penanganan persoalan ketidakhadiran guru di lapangan.

Kegiatan ini turut dihadiri Education Officer UNICEF Tanah Papua Derry Ulum, Plt. Sekretaris Daerah Hasan B. Tafalas, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Karel Nauw, Ketua DPRK Yan Yosep Sundoy, serta Kepala Distrik Fef Hans Baru bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw.

Dalam sambutannya, Derry Ulum menyampaikan bahwa inti lokakarya ini adalah mendiskusikan akar permasalahan ketidakhadiran guru, mengidentifikasi para aktor yang dapat berperan dalam penyelesaian, serta merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ia berharap persoalan guru mangkir di Tambrauw dapat diatasi melalui solusi lokal yang realistis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Karel Nauw menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang diskusi penting untuk menemukan solusi terhadap persoalan kehadiran guru di daerah. Menurutnya, kondisi geografis Tambrauw yang sangat luas dengan mobilitas yang sulit menjadi salah satu faktor utama, terutama karena banyak sekolah berada di wilayah pedalaman dengan keterbatasan sarana dasar seperti listrik dan jaringan telekomunikasi.

Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Wakil Bupati Paulus Ajambuani memberikan peringatan tegas kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw agar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa pejabat yang tidak bekerja maksimal harus segera dievaluasi bahkan diganti, mengingat salah satu penyebab guru mangkir juga dapat terjadi karena kurangnya perhatian terhadap hak-hak guru oleh instansi terkait.

“Saya memahami bahwa menjadi guru di wilayah pedalaman bukanlah tugas yang ringan. Keterbatasan akses transportasi, fasilitas jaringan komunikasi, serta kondisi geografis yang sulit merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi para guru,” ujar Paulus.

Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan berkomitmen untuk terus meningkatkan dukungan melalui kebijakan yang mampu mengatasi berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Tambrauw. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan dan kebutuhan guru di lapangan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Wakil Bupati berharap lokakarya yang berlangsung selama dua hari ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan ketidakhadiran guru di Kabupaten Tambrauw.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....