Mengenal Sesar Sorong dan Ancaman Gempa di Timur Indonesia
- 26 Feb 2026 08:10 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong–Indonesia dikenal sebagai wilayah yang berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya aktivitas gempa bumi, termasuk di kawasan timur Indonesia.
Arfandi N Patandu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Geofisika Sorong menjelaskan bahwa secara umum sumber gempa tektonik terbagi menjadi dua sistem utama, yakni zona subduksi dan zona sesar. “Zona subduksi itu adalah batas pertemuan lempeng, di mana satu lempeng menujam ke bawah lempeng lainnya. Ini juga sering disebut sebagai zona megathrust,” ujarnya dalam dialog di Pro 1 RRI Sorong, Selasa, 24 Februari 2026.
Sementara itu, Arfandi menjelaskan bahwa sesar merupakan rekahan pada kerak bumi yang mengalami pergeseran akibat gaya tektonik. “Lempeng-lempeng bumi sebenarnya tidak diam. Mereka bergerak satu sama lain karena adanya arus konveksi di dalam bumi. Pergerakan inilah yang memicu terbentuknya patahan atau sesar,” jelasnya.
Salah satu sesar aktif di kawasan timur Indonesia adalah Sesar Sorong. Berdasarkan kajian Pusat Studi Gempa Bumi Nasional, sesar ini membentang dari Papua bagian utara di kawasan Kepala Burung hingga ke Halmahera dan bagian timur Pulau Sulawesi. “Sesar Sorong ini bukan sesar tunggal, tetapi terdiri dari banyak segmen. Kurang lebih ada 13 segmen sesar, dan sekitar lima segmen berada di wilayah utara Papua,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Sesar Sorong merupakan sesar geser mendatar (strike-slip) dengan laju geser tinggi dan segmentasi kompleks. “Karakteristiknya menghasilkan gempa dangkal yang sering dan menyebar. Ini yang menjadikan Sesar Sorong sebagai salah satu sumber ancaman gempa bumi signifikan di wilayah Sorong dan sekitarnya,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, BMKG terus melakukan pemantauan intensif serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi di wilayah timur Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....