Pasar Mama-Mama Papua, Tampung hingga 30 Pedagang per Lokasi
- 24 Feb 2026 12:53 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong-Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Provinsi Papua Barat Daya meresmikan dua unit Pasar Mama-Mama Papua di Kota Sorong sebagai bagian dari program peningkatan sarana dan prasarana perdagangan melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Dua pasar tersebut masing-masing berlokasi di Jalan Menur, klademak III, kawasan pusat pertumbuhan ekonomi yang berada di samping Ramayana Mall Sorong, serta di Jalan Arteri, Kelurahan Klabulu, Distrik Malaisimsa, yang diresmikan langsung oleh gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya Sellvyana Sangkek menjelaskan bahwa pasar ini dibangun untuk menata aktivitas perdagangan mama-mama Papua yang sebelumnya berjualan di sepanjang jalan protokol.
“Pasar ini cukup representatif dan sudah dilengkapi fasilitas pendukung seperti listrik dan toilet. Kami harapkan mama-mama tidak lagi berjualan di bahu jalan. Semua diarahkan masuk dan berjualan di dalam pasar ini,” katanya saat diwawancarai 24 Febuari 2026.
Sellvyana menjelaskan, kapasitas masing-masing pasar dapat menampung antara 15 hingga 30 pedagang, tergantung pada penataan lapak.
“Kalau melihat kapasitas bangunan, minimal 15 sampai 20 orang bisa tertampung. Tetapi kalau dimaksimalkan, bisa sampai 30 pedagang di satu lokasi,” jelasnya.
Sellvyana mengatakan bahwa pembangunan pasar tertata tidak berhenti di Kota Sorong. Ke depan, pemerintah akan mempertimbangkan pembangunan pasar serupa di beberapa kabupaten lain, termasuk wilayah perbatasan.
“Tentu kita melihat potensi pasarnya. Jangan sampai kita bangun pasar tapi tidak ada pembeli. Pasar harus dekat dengan konsumen,” tegasnya.
Selain peresmian pasar, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan bantuan sarana dan peralatan usaha dengan total anggaran lebih dari Rp2,3 miliar yang bersumber dari Dana Otsus.
Bantuan tersebut diberikan kepada 492 pelaku usaha, yang berasal dari seleksi ribuan data yang telah masuk ke dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Provinsi Papua Barat daya.
'Ini bagian dari kebijakan penguatan ekonomi Orang Asli Papua. Kami seleksi dan validasi data penerima. Dari ribuan yang terdata, sekitar 2.127 UMKM sudah tervalidasi. Namun penyaluran dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Bantuan yang diberikan meliputi: 114 unit tenda metik, 400 unit payung atau tempat jualan, Serta 10 unit mesin cetak batu bata, 10 unit peralatan pertukangan kayu/meubel, serta Peralatan produksi untuk industri kecil berbasis pangan lokal seperti keripik keladi dan olahan sagu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....