Kelelawar Buah dan Babi Jadi Rantai Penularan Virus Nipah

  • 22 Feb 2026 12:55 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Kepala Balai Kekarantinaan kesehatan kelas II Sorong Agung Budijono, menjelaskan bahwa Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kotoran dan air liur kelelawar buah yang menempel pada buah-buahan, buah yang telah tergigit kelelawar, kemudian dikonsumsi manusia atau hewan lain menjadi salah satu jalur penularan.

“Air liur kelelawar yang makan buah, pada saat itulah virus Nipah ini keluar dari badan kelelawar kepada buah,” kata Agung Budijono dalam dialog Sorong Bisa Pro 1 RRI Sorong, 13 Febuari 2026.

Buah yang jatuh atau tersisa di pohon kerap dikonsumsi masyarakat, karena dianggap matang dan manis, meski sudah tergigit kelelawar.

“Masyarakat tidak ragu-ragu untuk hanya membuang sebagian bekas gigitannya, kemudian selanjutnya dia makan. Jadi ini salah satu risiko,” katanya.

Selain itu, babi disebut sebagai hewan perantara yang dapat mempercepat penyebaran virus.

“Dari sisa-sisa kelelawar yang jatuh itu, dimakan oleh babi dan menyebar dalam tubuh babi dan di dalam tubuh babi virus Nipah ini berkembang biak juga dengan baik,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....