Gubernur Elisa Ajak Pers Ikut Promosikan Wisata Papua Barat Daya

  • 21 Feb 2026 18:57 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) tidak hanya menyalurkan bantuan kepada pengelola homestay, tetapi juga mengajak insan pers berperan aktif mempromosikan potensi wisata daerah agar semakin dikenal luas.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, usai melakukan penyerahan bantuan hibah kepada pengelola homestay dan Kelompok Sadar Wisata yang bersumber dari APBD Otsus Tahun Anggaran 2025 di Kantor Gubernur PBD, Sabtu 21 Februari 2026.

Menurut gubernur, promosi yang masif menjadi kunci untuk menarik minat wisatawan datang ke Papua Barat Daya yang membawahi 5 kabupaten dan 1 kota ini. Karena itu, peran media dinilai sangat strategis dalam memperkenalkan kekayaan destinasi yang dimiliki daerah.

“Kami berharap teman-teman pers bisa ikut membantu mempromosikan potensi wisata Papua Barat Daya, mulai dari lembah, sungai, laut, hutan, pegunungan hingga pantai yang indah. Kalau informasi ini tersebar luas, semakin banyak orang akan tertarik datang,” ujar Elisa.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki kewajiban mengampanyekan potensi wisata hingga ke tingkat nasional dan mancanegara. Namun upaya tersebut akan lebih kuat bila didukung publikasi yang konsisten dari media.

Gubernur optimistis, rasa penasaran wisatawan terhadap Papua Barat Daya sebenarnya sudah mulai tumbuh. Karena itu, kesiapan daerah dalam hal pelayanan, kebersihan, dan keamanan harus terus diperkuat.

“Saya yakin sudah banyak yang mendengar tentang daerah ini dan mereka ingin datang. Tugas kita memastikan ketika mereka datang, semuanya siap dan nyaman,” katanya.

Selain mendorong promosi, Pemprov PBD juga menyalurkan bantuan kepada 17 pengelola homestay sebagai langkah peningkatan kualitas layanan wisata berbasis masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD, Yusdi N. Lamatenggo, menjelaskan bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing homestay.

“Bantuan berupa tempat tidur, perlengkapan makan minum, panel surya, hingga motor tempel. Ada juga perlengkapan keselamatan sesuai usulan pengelola,” jelas Yusdi.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 300 homestay yang tersebar di Papua Barat Daya. Karena keterbatasan anggaran, dukungan pemerintah diberikan secara bertahap dengan skema stimulus.

Dinas Pariwisata, lanjutnya, akan terus melakukan pendampingan dan memperkuat kolaborasi promosi agar seluruh homestay dapat masuk dalam sistem promosi terpadu.

“Harapannya dengan promosi yang semakin kuat dan dukungan berbagai pihak, jumlah kunjungan wisatawan ke Papua Barat Daya terus meningkat,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....