Kemenag: Hilal Tidak Terlihat di Sorong

  • 17 Feb 2026 17:40 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Hilal penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat saat pemantauan yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kota Sorong bersama BMKG Sorong dan tim rukyatul hilal di Kota Sorong, Selasa, 17 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan selanjutnya masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat.

Kepala BMKG Sorong, Dedy Irjayanto, menjelaskan pemantauan hilal dilakukan di 37 lokasi di seluruh Indonesia dan dapat disaksikan melalui kanal resmi BMKG. Berdasarkan data BMKG, kondisi hilal saat matahari terbenam 17 Februari 2026 menunjukkan tinggi hilal masih berada di bawah ufuk, dengan elongasi rendah serta umur bulan yang masih sangat muda. Secara hisab, kondisi tersebut menyebabkan hilal tidak dapat diamati pada hari pemantauan di Sorong.

Selain itu, BMKG juga mencatat bahwa konjungsi atau ijtimak terjadi setelah matahari terbenam pada 17 Februari 2026. "Secara astronomis, peluang rukyat hilal baru lebih memungkinkan pada pengamatan setelah matahari terbenam tanggal 18 Februari 2026, sehingga hasil pengamatan hari ini sejalan dengan prediksi astronomi nasional," ungkap Dedy

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Sorong, Muhudar Wailegi, menyampaikan bahwa keputusan penetapan awal Ramadan tetap mengikuti hasil sidang isbat pemerintah pusat. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang akan disampaikan setelah sidang isbat digelar di Jakarta pada Selasa malam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....