YP3 Gelar Rapat Kerja Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Program Sosial
- 17 Feb 2026 06:24 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Yayasan Peduli Perubahan Papua mengelar Rapat Kerja Tahun 2025, yang digelar di hotel Rylch Panorama Kota Sorong 16 Febuari 2026.
Kegiatan ini dihadiri seluruh anggota dan pengurus yayasan Peduli Perubahan Papua, dan dibuka secara resmi oleh Kabid Sosial dan Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial P3A Papua Barat Daya. Marius Salossa mewakili Kadis Sosial,P3A Anace Nau.
Dalam sambutannya Marius Salossa menyampaikan apresiasi atas kontribusi yayasan dalam mendukung pembangunan sosial dan kemanusiaan di Tanah Papua.
“pemerintah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan atas komitmen dan dedikasinya dalam mendukung pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta upaya kemanusiaan di Tanah Papua,” ujarnya.
Marius menegaskan bahwa evaluasi program bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk melihat capaian dan tantangan secara objektif.
“Dengan evaluasi yang objektif dan transparan, kita dapat memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan yang membutuhkan perlindungan sosial,” jelasnya.
Menurutnya, rapat kerja juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.
“Kolaborasi yang solid antara pemerintah dan yayasan merupakan kunci dalam mempercepat perubahan sosial yang positif di Papua,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir rekomendasi strategis bagi penguatan program pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, perempuan, dan kelompok marginal lainnya.

Sementara itu Founder Yayasan Peduli Perubahan Papua, Anugrah A. putra Pattiwael mengatakan bahwa Rapat Kerja penting untuk menjaga transparansi dan mencegah pengambilan keputusan sepihak di internal pengurus.
“Harus dilakukan setiap tahun untuk kita yang bekerja di bidang sosial, khususnya yayasan. Ini menjadi dasar supaya kita tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak ada keputusan sepihak. Semua harus berdasarkan kesepakatan bersama,” ujarnya.
Putra menjelaskan bahwa perencanaan yang matang akan meminimalisir miskomunikasi di tahun mendatang.
“Kita ingin apa yang dilakukan di tahun 2026 itu benar-benar sesuai dengan kesepakatan bersama dan tidak terjadi miscommunication,” ungkapnya .
Selain melanjutkan program yang sudah berjalan, yayasan juga menyiapkan sejumlah program baru. Salah satunya adalah peluncuran Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) bidang public speaking serta pembentukan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Anak.
“Kita sudah mendapat akreditasi dan masuk 11 yayasan dengan predikat B dari Menteri Sosial. Ke depan kita akan fokus pada aktivitas rumah singgah untuk anak-anak jalanan, tetapi dengan konsep berbeda, lebih menekankan pada penguatan soft skill,” jelasnya.
Selain program sosial YP3 mempersiapkan peluncuran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menjawab kebutuhan pendidikan Paket A, B, dan C bagi masyarakat sekitar.
YP3 berharap dapat bermitra lebih luas dengan pemerintah daerah di wilayah Papua Barat Daya guna membantu menjangkau program-program sosial yang belum tersentuh secara maksimal.
“Harapan kami, yayasan ini bisa berkembang dan bermitra dengan pemerintah, membantu gubernur, wali kota, maupun bupati dalam menjangkau program-program yang sulit dijangkau masyarakat,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....