RSUD SeleBeSolu Miliki Gedung KRIS, VIP, UPD
- 11 Feb 2026 12:13 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – RSUD Sele Be Solu kini memiliki Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) serta gedung Unit Pengelola Darah (UPD) yang baru. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, Rabu, 11 Februari 2026.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sorong dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pembangunan gedung KRIS dan fasilitas pendukung lainnya ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan peresmian mencakup sejumlah fasilitas penting yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kota Sorong.
Selain gedung rawat inap standar, pemerintah kota juga meresmikan ruang rawat inap VIP yang diperuntukkan bagi pasien dengan kebutuhan layanan khusus. Meski demikian, pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum tetap menjadi prioritas utama.
Pada kesempatan tersebut, Gedung Unit Pengelola Darah juga resmi dioperasikan dan didukung satu unit mobil operasional. Wali Kota mengajak masyarakat untuk berpartisipasi sebagai pendonor darah guna mendukung ketersediaan stok darah di daerah.
“Hari ini kota meresmikan gedung rawat inap standar yang sudah dibangun tahun anggaran 2025 kemarin dari dana DAK. Selain itu sekarang kita sudah punya gedung untuk transfusi darah dan sudah dilengkapi alat penunjangnya. Jadi masyarakat yang bisa menyumbangkan darah, silakan datang,” kata Wali Kota.
Menurut Wali Kota, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit akan terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan pertumbuhan jumlah penduduk Kota Sorong. Ia juga mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan, namun pemerintah tetap berupaya memaksimalkan peluang pendanaan dari pusat.
“Dengan kondisi anggaran yang kecil, pemerintah tidak bisa diam dan tentu akan bergerak ke pusat. Kalau hanya mengandalkan APBD memang agak susah,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Jitmau, mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting bagi peningkatan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Salah satu capaian utama adalah penambahan gedung rawat inap standar dengan total kapasitas tempat tidur dari 154 menjadi 180 unit.
Selain itu, status Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) juga meningkat dari Pratama menjadi Madya setelah memperoleh izin dari Kementerian Kesehatan. Peningkatan ini berdampak pada bertambahnya kapasitas pelayanan dan kelengkapan alat kesehatan.
RSUD Sele Be Solu juga menyiapkan dua ruang rawat inap VIP untuk mendukung pelayanan sebagai rumah sakit rujukan di ibu kota provinsi. Namun, pihak rumah sakit memastikan pelayanan bagi masyarakat umum tetap menjadi prioritas melalui penyediaan ruang rawat inap standar.
Susi menambahkan, pengadaan sarana prasarana rumah sakit didukung berbagai sumber pendanaan, antara lain dana Otsus, APBD Provinsi, dan APBD Kota, termasuk pengadaan 17 item alat kesehatan.
"Tentu saja RSUD Sele Be Solu telah menyesuaikan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, yakni satu ruangan maksimal empat tempat tidur untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien. Ke depan, selain adanya penambahan fasilitas dan sarana prasarana, kami berharap dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi," harap drg. Susi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....