Bulog Sorong Jaga Pasokan MinyaKita dan Gula Pasir

  • 04 Feb 2026 17:21 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong-Mencegah peningkatan permintaan minyak goreng Minyak Kita dan gula pasir di wilayah Kota Sorong dan sekitarnya saat menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Papua Barat Daya, memastikan dalam kondisi aman.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong Riyadi Muslim menjelaskan, saat ini stok MinyaKita yang tersedia mencapai 5.000 liter dan akan diperkuat dengan pasokan tambahan berupa tujuh kontainer yang dijadwalkan masuk dalam waktu dekat.

“Pasokan tambahan ini kami siapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” ujar Riyadi Muslim

Riyadi menegaskan, penjualan MinyaKita tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter. Bulog menyalurkan MinyaKita kepada pengecer dengan harga Rp14.500 per liter, dengan kewajiban menjual kembali sesuai HET.

“Kami menyalurkan MinyaKita ke outlet-outlet di pasar serta outlet binaan pemerintah daerah yang berada di kawasan permukiman. Seluruhnya wajib menjual sesuai ketentuan harga,” katanya.

Untuk memastikan kepatuhan di lapangan, Bulog bersama Dinas Perdagangan tingkat provinsi dan kota secara rutin melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap outlet binaan.

Menurut Riyadi, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala, bahkan hampir dua kali dalam sepekan, dengan turun langsung ke pasar dan lokasi penjualan.

“Itu merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi kami. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menjadwalkan pengawasan bersama,” ujarnya.

Selain minyak goreng, Bulog Sorong juga menyiapkan stok gula pasir sekitar 20 ton yang tersimpan di Gudang Bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Harga gula Rp860 ribu per karung. Untuk gula, skemanya bersifat komersial dan mengikuti harga pasar,” katanya.

Dia berharap dengan ketersediaan minyak goreng dan gula yang cukup, sehingga  masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan bahan pokok selama periode kebutuhan meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....