K2Satal Kota Sorong Menggelar Pesta Adat Tulude

  • 31 Jan 2026 20:04 WIB
  •  Sorong

RRI.Co.Id,Sorong: Kerukunan Keluarga Sangihe Talaud (K2Satal) Kota Sorong menggelar Perayaan Pesta Adat ‘Tulude’ dan HUT ke-56, dengan mengangkat tema ‘Anau Kawanuang Sangihe Satia Metangkiang, Sengkanaung, Tumendang, Mebuah, Sumenang, Sukakendagu Menanireda’ (Warga Sangihe Talaud Setia Melayani, Sehati Bertumbuh, Berbuah dan Berdampak dalam Kasih Tuhan), sub tema ‘Lumeba Monarang Tulude Penoghase Kasasembaukang Mepepaduli’ (Melalui Perayaan Tulude Menjaga dan Merawat Warisan Leluhur dengan Kokoh dan Bijaksana ditengah Komunitas dan Masyarakat), bertempat di Gedung Tongkonan Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 31 Januari 2026.

Staf Ahli Bid Pengembangan Masyarakat Adat dan Budaya Pemerintahan Kota Sorong, Ariance S. Kondjol. (Foto NIR).

Pada perayaan tersebut Walikota Sorong, Septinus Lobat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan Masyarakat Adat dan Budaya Pemerintahan Kota Sorong, Ariance S. Kondjol pada sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Tulude bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud syukur mendalam atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025 dan doa pengharapan untuk melangkah di tahun 2026.

“Sebagai tradisi sakral masyarakat tulude mengajarkan kita menyambut berkat baru dengan hati yang bersih, momen malam ini terasa kian istimewa karena kita juga merayakan hut ke-56 kerukunan keluarga sangihe talaud, dimana selama lebih dari setengah abad, kerukunan ini telah menjadi pilar penting dalam menjaga harmonisasi dan kerukunan di kota kita yang tercinta ini, sesuai dengan semangat perayaan tahun 2026, yaitu ‘Harmony In Diversity’, eksistensi warga Sangihe Talaud telah memberi warna indah bagi kemajemukan daerah kita,”ucapnya.

Perayaan HUT K2Satal ke -56 Tahun. (Foto NIR).

Lanjut Ariance, pemerintah kota menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga Kerukunan Sangihe Talaud yang berada di Kota Sorong yang terus menjaga warisan budaya, agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

“Maka melalui simbolik pemotongan tamo (kue adat), mari kita maknai sebagai tekad kebersamaan untuk membagi kebahagiaan dan memikul beban pembangunan secara gotong royong, menjaga kerukunan kita, dan melimpahkan kemakmuran bagi seluruh msyarakat,”tuturnya.

Sementara itu Thepius Bolsantimuhe selaku Ketua Kerukunan Keluarga Sangihe Talaud (K2Satal) meminta kepada warga Sangihe Talaud dapat hidup bersama agar dapat berbagi kasih dengan menunjukkan sikap perilaku dan perbuatan baik sesama warga Sangihe Talaud maupun seluruh warga yang ada di kota ini.

Ketua K2Satal Kota Sorong PBD, Thepius Bolsantimuhe. (Foto NIR).

“Saya berhadap agar warga kita ini dapat hidup bersama dengan menunjukkan sikap dan perilaku serta menunjukkan perbuatan yang, baik sesama warga Sangihe Talaud maupun dengan warga ada di wilayah ini, karena kita hadir disini sebagai penerus daripada leluhur kita terdahulu, setidakmya toramg bisa menjaga dan merawatnya, sehingga dapat menjadi bagian dari peran injil itu sendiri,”katanya.

Acara Pesta Adat Tulude dan HUT K2Satal ke-56 Tahun. (Foto NIR).

Diakhir sambutannya Thepius berpesan kepada seluruh warganya untuk selalu satu hati, satu kasih, satu iman untuk melayani Tuhan, terus menjadi memberi dampak yang baik diatas tanah ini di Papua Barat Daya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....