Fordek AIPKI Lahirkan 5 Poin Rekomendasi Penguatan Pendidikan Dokter

  • 31 Jan 2026 17:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (Fordek AIPKI) melahirkan lima poin rekomendasi strategis untuk penguatan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia. Rekomendasi tersebut merupakan hasil pertemuan nasional yang digelar pada 30–31 Januari 2026 di Kota Sorong.

Hasil forum disampaikan dalam press conference di Vega Hotel Kota Sorong, Sabtu 31 Januari 2026, yang dipimpin Ketua Umum AIPKI Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), bersama jajaran pengurus pusat AIPKI dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Papua.

Ketua Umum AIPKI Prof. Wisnu Barlianto mengatakan lima poin rekomendasi itu menjadi arah bersama institusi pendidikan kedokteran dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan nasional sekaligus menjaga mutu pendidikan.

“Forum Dekan AIPKI merumuskan lima poin rekomendasi utama sebagai langkah penguatan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Seluruhnya dirancang untuk menjawab kebutuhan nasional dengan tetap mengedepankan standar mutu,” ujar Prof. Wisnu.

Poin pertama, mendorong percepatan pembukaan program studi dokter spesialis dan subspesialis baru guna mendukung pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia, sejalan dengan agenda pembangunan nasional di sektor kesehatan.

Poin kedua, AIPKI menyatakan kesiapan terlibat aktif dalam pendirian program RSPPU dengan mengacu pada ketentuan pendirian program studi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Poin ketiga, forum merekomendasikan pelaksanaan deployment PPDS senior ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, untuk mendukung pemenuhan kompetensi pendidikan sekaligus memperluas jangkauan layanan dokter spesialis.

Poin keempat, mendorong implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 111/PUU-XXII/2024 secara terukur dengan tetap menjaga keberlanjutan sistem pendidikan kedokteran. Poin kelima, mendorong perluasan skema pembiayaan dan beasiswa pendidikan spesialis dan subspesialis, termasuk melalui LPDP dan sumber pendanaan lainnya.

Fordek AIPKI menegaskan lima rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi fakultas kedokteran dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kualitas pendidikan dokter sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.

Konferensi pers ini dihadiri juga oleh jajaran pengurus pusat AIPKI, di antaranya Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Dr. dr. Safrizal Rahman, Dr. dr. Yenny, Prof. dr. Yuyun Yueniwati, Prof. Tonang Dwi Ardiyanto, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocvianty, serta dr. Herlina Yulidia selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Papua (UNIPA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....