Pascakasus Keracunan, SD YPK Alfa Omega Raja Ampat Menolak MBG
- 28 Jan 2026 10:31 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Waisai - Kepala SD YPK Alfa Omega, Kabupaten Raja Ampat, Alexander Mambrasar menegaskan bahwa sekolah belum bersedia menerima makan bergizi gratis atau MBG setelah adanya kejadian kasus keracunan makanan. Pihak sekolah bersama para orang tua belum bersepakat terkait makan bergizi ini.
Menurut Aleksander, siswa di sekolahnya paling banyak menjadi korban keracunan makan MBG yang terjadi pada Desember lalu. "Untuk sementara kami menolak dahulu pemberian makan MBG kepada siswa karena belum ada kesepakatan bersama seluruh orang tua," kata Aleksander kepada RRI, Senin, 26 Januari 2026.
Pihak sekolah, kata dia, perlu terlebih dahulu mendengar keinginan orang tua tetkait program MBG ini, apakah menerima atau menolak. Jangan sampai, makan MBG dibagikan kepada siswa ternyata ada orang tua yang tidak bersedia sehingga bisa menyebabkan kerugian bagi pihak dapur.
Kepala sekolah mengatakan akan segara menggelar pertemuan bersama seluruh orang tua untuk menanyakan sikapnya terkait MBG. Pertemuan tersebut juga akan melibatkan pihak dapur 1 sebagai penyedia makan bergizi.
Ia menerangkan pihak dapur 1 MBG di Distrik Kota Waisai sudah datang menemuinya dan mempertanyakan persetujuan sekolah apakah akan menerima MBG kembali. Namun, karena belum ada kesepakatan dengan orang tua, akhirnya pihak sekolah untuk sementata menolak MBG.
Aleksander berharap ada keputusan terbaik dari pihak sekolah terkait program MBG dari pemerintah ini. Keputusan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada orang tua siswa yang mencapai 417 orang.
Setelah sempat disetop sementara selama hampir dua bulan, dapur 1 MBG Raja Ampat akhirnya beroperasi kembali per 26 Januari 2026. Dapur ini melayani 14 sekolah mulai jenjang TK hingga SMA dan SMK. Namun, ada dua sekolah yang belum bersedia menerima MBG yaitu SD dan SMK YPK Alfa Omega dengan jumlah siswa mencapai 848 orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....