Habib Helmi Alkaff Ingatkan Warga Sorong Sambut Ramadhan
- 26 Jan 2026 18:58 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong: Siapkan diri, dan keluarga untuk menyambut tamu yang akan segera datang. Tamu yang dimaksud adalah bulan Suci Ramadhan.
Itulah yang diingatkan kembali oleh, Khadim Yayasan Ar Rahmah Timika - Provinsi Papua Tengah, Habib Helmi Khalid Al Kaff saat bersilaturahmi selama dua hari mulai tanggal 22 - 23 Januari 2026 bersama umat muslim di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Dimana Habib Helmi bersilaturahmi dan mengisi kajian di Masjid Raya Al Akbar, Masjid Quba, dan IAIN Sorong.
Habib Helmi Alkaff katakan, Rasulullah Muhammad Saw setiap memasuki bulan Rajab dan Syahban selalu mengingatkan para sahabat dan umatnya untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya, bulan suci Ramadhan.
"Bulan suci Ramadhan seperti yang kita tahu bahwa bulan penuh kemulian, keberkahan dan pahala dilipat gandakan. Dan Rasullullah ingin sahabat menyambut bulan suci Ramadhan, sehingga para sahabatnya bisa punya program saat Ramadhan tiba, " kata Habib Helmi Alkaff.
Di sebutkan dalam Alquran, perintah puasa telah Allah SWT wajibkan pula kepada umat Nabi Muhammad dan umat - umat terdahulu. Hanya saja tata cara berpuasa umat Nabi Muhammad dan umat terdahulu berbeda.
Namun topik menarik yang coba diajak untuk mendapatkan tanggapan kritis dari kalangan akademisi yakni soal kebiasaan saat bulan Ramadhan. Salah satunya, Ngabuburit saat hendak berbuka puasa.
"Nah ini tentu menarik, apakah Ngabuburit ini budaya, ataukah syariat. Kalau ini budaya, pertanyaan, apakah dibenarkan atau tidak menurut syariat, " ujar alumni Darul Mustafa Hadramaut, Tarim , Yaman.
Budaya sendiri pengertiannya, ucap Habib Helmi Alkaff, kebiasaan, kearifan lokal, dan karakter yang bersumber dari penyampaian orang tua terdahulu. Namun budaya yang ada ini dan menjadi kebiasaan saat ini, tidak bisa menyimpulkan siapa sumbernya dan siapa pencetusnya, tetapi diterima oleh banyak kalangan dan dilestarikan oleh generasi selanjutnya.
"Dalam Islam, budaya tidak dilarang dalam agama dan tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan hukum syariat, contohnya ngabuburit itu boleh atau tidak, itukan budaya Indonesia, " kata Habib Helmi Alkaff dengan nada tanya.
Di Makkah, Habib Helmi Alkaff sampaikan, saat berjalan - jalan di bulan puasa, malah kita ditarik bahkan dipaksa untuk berbuka puasa bersama.
Habib Helmi katakan untuk menghadapi anak muda dan gen z saat ini, tentu kalangan akademis dituntut untuk bisa memberikan pencerahan yang logis, sehingga bisa diterima oleh mereka.
Budaya di Indonesia ini sangat banyak dan berangam, kata Habib Helmi, yang kemudian bisa menghasilkan income atau pendapatan buat negara dari pariwisata.
Berbicara soal persiapan diri dan keluarga menyambut bulan suci ramadhan, bila telah optimal atau tidak, bisa dilihat dari tingkat keluhan saat puasa di bulan Ramadhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....