HUT Otsus, Bupati Orideko Soroti IPM dan Pengangguran
- 22 Nov 2025 13:16 WIB
- Sorong
KBRN, Waisai: Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyoroti angka lama sekolah di wilayahnya yang terendah di tingkat Provisni Papua Barat Daya. Statistik serupa juga terjadi pada indeks daya saing daerah yang terendah di tingkat provinsi hingga nasional.
"Kita telah menyalurkan bantuan pendidikan dan insentif guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh distrik. Namun, data menunjukkan harapan lama sekolah kita masih menempati posisi terendah di Papua Barat Daya dengan angka 12,12 tahun. Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan," kata Bupati Orideko saat menyampaikan amanat pada upacara peringatan HUT Otonomi Khusus Papua di lapangan apel kantor bupati, Jumat (21/11/2025).
Dari sisi daya saing, kata Bupati, indeks daya saing daerah tahun 2023 menunjukkan skor terendah dibandingkan nasional dan provinsi. Kapabilitas inovasi menjadi pilar terlemah Raja Ampat. Bahkan pada tahun 2024, tidak ada skor karena ketiadaan data pada pilar institusi.
Bupati juga menyinggung soal tingkat pengangguran terbuka meningkat menjadi 4,39%, yang mengindikasikan kesempatan kerja masih terbatas. "Indeks pembangunan manusia Raja Ampat sebesar 66,6, masih dalam kategori sedang dan di bawah provinsi serta nasional. Rata-rata lama sekolah 8,4 tahun menunjukkan kualitas pendidikan yang masih perlu ditingkatkan," kata Orideko.
Dari sisi ekonomi, kata Bupati, rata-rata pertumbuhan ekonomi Raja Ampat mencapai 4,55%, lebih tinggi dari provinsi yang 2,71% dan nasional 3,4%. PDRB per kapita sebesar 58,58 juta rupiah, tertinggi kedua setelah Kabupaten Sorong.
Namun, laju pertumbuhan ekonomi cenderung menurun, bahkan menjadi yang terendah di Papua Barat Daya pada tahun 2024 dengan angka 0,41%. Produktivitas sektor unggulan belum optimal, harga komoditas berfluktuasi, dan keterbatasan pasar masih menjadi hambatan.
Dari sisi kesejahteraan, lanjut Orideko, tingkat kemiskinan sebesar 15,83%, lebih rendah dari rata-rata provinsi yang 18,13%. Indeks gini sebesar 0,351 menunjukkan ketimpangan yang relatif rendah, bahkan terendah di Papua Barat Daya. "Ini adalah prestasi yang patut kita apresiasi," kata dia.
Orideko menambahkan bahwa angka-angka ini bukan untuk mengecilkan semangat, tetapi untuk menyadarkan bahwa banyak pekerjaan besar yang masih menanti. Evaluasi yang jujur adalah langkah pertama menuju perbaikan yang nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....