Gubernur ElKam Mengajak Tokoh Perkuat Harmonisasi Kamtibmas

  • 12 Sep 2025 15:53 WIB
  •  Sorong

KBRN, Aimas : Provinsi Papua Barat Daya adalah tanah yang diberkati, tanah yang kaya dengan sumber daya, budaya, serta keragaman masyarakat yang hidup berdampingan dalam perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa. Keragaman ini adalah anugerah besar, tetapi sekaligus amanah untuk dapat dirawat dengan penuh kesungguhan. Ditengah keberagaman tersebut harus jujur diakui bahwa dalam perjalanannya, kerukunan ini pernah diuji. Beberapa waktu lalu, di Kota Sorong, terjadi tindakan anarkis, kerusuhan, dan peristiwa yang mengejutkan sekaligus meneror seluruh masyarakat. Kejadian tersebut mengingatkan bahwa harmoni yang sudah dibangun dengan susah payah dapat goyah jika warga lengah, mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, serta membiarkan emosi menguasai akal sehat.

Gubernur Papua Barat Daya - Elisa Kambu pada acara pertemuan dan dialog bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menegaskan, kerusuhan yang terjadi akhir bulan Agustus yang lalu tidak pernah membawa keuntungan bagi siapapun. Justru sebaliknya korban jatuh meninggal duka bagi keluarga, fasilitas umum rusak, ekonomi lumpuh, dan citra daerah kita tercoreng.

"Dari peristiwa itu, marilah kita belajar bersama: bahwa kekerasan dan kebencian bukanlah jalan keluar. Justru dialog, saling memahami, dan kebersamaanlah yang akan mengangkat martabat kita sebagai manusia, sekaligus menjaga nama baik Papua Barat Daya di mata bangsa dan dunia. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen menjadikan forum ini sebagai ruang penting untuk

memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan. Kita semua sepakat bahwa pembangunan tidak akan pernah berhasil tanpa kedamaian. Mari kita jadikan Papua Barat Daya sebagai teladan kerukunan. Mari kita tunjukkan kepada Indonesia dan dunia, bahwa tanah ini bukan hanya kaya secara alam, tetapi juga kaya dalam persaudaraan dan kemanusiaan" tegas Gubernur Elisa Kambu.

"Tantangan kita saat ini tidak hanya dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga konflik di ruang digital. Media sosial sering menjadi lahan subur bagi hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi. Oleh karena itu, mari kita gunakan teknologi dan media sosial dengan bijak bukan untuk memecah-belah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membangun optimisme, dan menyebarkan pesan damai.

Saya percaya, jika semua elemen masyarakat bergandengan tangan, maka tidak ada tantangan yang terlalu berat. Dengan persatuan, Papua Barat Daya akan mampu maju sejajar dengan daerah lain, menjadi provinsi yang damai, inklusif, sejahtera, dan bermartabat. Saya ingin mengajak semua yang hadir di sini untuk membawa semangat forum ini ke lingkungan masingmasing: ke keluarga, ke sekolah, ke tempat ibadah, dan ke ruang-ruang publik. Mari kita rawat Papua Barat Daya dengan kasih, kita jaga dengan damai, dan kita bangun dengan semangat gotong royong"lanjut Elisa Kambu.

Gubernur Elisa Kambu juga berharap agar peran tokoh agama, adat, masyarakat, perempuan, dan pemuda sangat vital dalam mewujudkan beberapa hal, diantaranya Tokoh agama membawa pesan kasih, kebaikan, dan kedamaian, Tokoh adat menjaga akar budaya kita sebagai perekat kebersamaan. Tokoh masyarakat dan perempuan menjadi benteng harmoni dalam keluarga dan komunitas. Pemuda sebagai generasi harapan bangsa, harus menjadi agen perubahan, pelopor persatuan, dan penolak segala bentuk kekerasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....