Guru Tinggal di Ruang Kelas SLB Raja Ampat
- 18 Jul 2025 15:59 WIB
- Sorong
KBRN, Waisai: Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Raja Ampat telah resmi memulai tahapan kegiatan pendidikan untuk tahun ajaran baru 2025/2026. Pada tahap awal kegiatan belajar mengajar, sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya ini masih kekurangan sejumlah fasilitas.
Kepala SLB Raja Ampat - Fandy Dawenan mengatakan untuk sementara jumlah siswa yang sudah mendaftar di SLB sebanyak 13 anak dan diperkirakan masih ada penambahan siswa sebelum kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai pada 21 Juli mendatang. Untuk fasilitas ruang kelas sudah representatif, tapi ketersediaan meja dan kursi belum memadai.
"Dinas Pendidikan Provinsi sudah berkomitmen untuk segera melengkapi kekurangan yang ada agar pembelajaran lebih maksimal. Dukungan Dinas juga dibuktikan dengan SLB yang sudah memilki data pokok pendidikan atau dapodik meski baru beroperasi," katanya.
Untuk menjunjung kegiatan belajar mengajar, SLB Raja Ampat mendatangkan enam guru kontrak lulusan Universitas Negeri Manado yang memilki latar belakang Jurusan Pendidikan luar Biasa atau PLB. Para guru ini akan tinggal di dalam kelas karena belum ada rumah khusus bagi para guru.
Selain guru pendidikan luar biasa, ada juga guru mata pelajaran agama Islam dan Kristen serta Bahasa Inggris. Untuk sementara di SLB hanya satu guru yang ASN, yaitu kepala sekolah, sementara sisanya adalah tenaga kontrak.
Fandy menambahkan pihak sekolah juga sedang menyelesaikan proses pengurusan data siswa agar SLB Negeri Raja Ampat bisa diusulkan untuk mendapat bantuan dana operasional sekolah atau BOS pada tahun 2026. Pihaknya optimistis bisa menyelesaikan proses pengajuan dana BOS pada Agustus mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....