Gusti Sagrim Sebut Polemik Petugas Sampah Perlu Evaluasi

  • 17 Jul 2025 18:06 WIB
  •  Sorong

KBRN, Sorong : Tokoh Masyarakat dan Politisi, Auguste CR Sagrim, yang akrab disapa Gusti Sagrim, memberikan komentar terkait aksi demo petugas sampah yang tidak lagi bekerja akibat pergantian vendor atau pihak ketiga. Menurut Gusti, pergantian vendor merupakan hal yang sah, namun menonaktifkan ratusan pekerja perlu dievaluasi.

“ini karena anda (wartawan-red) yang menanyakan kepada saya, maka persepsi saya adalah pergantian pihak ketiga adalah hak walikota dan wakil walikota sorong terpilih, namun penon-aktifan petugas kebersihan, semoga bisa di evaluasi kembali.”ujar Gusti Sagrim

Hal ini ungkapnya bukan tanpa alasan, karena :

1. Sampah merupakan sebuah isu seksi yang juga menjadi salah satu bahan dalam debat pilkada walikota sorong, sehingga Gusti yang juga ikut berkontestasi dalam pilkada walikota lalu menambahkan, sampah erat kaitannya dengan banjir, dan juga kota sorong pernah di nobatkan sebagai kota terkotor se-indonesia.

2. Melihat isu sampah tersebut, Gusti berharap Kepala daerah harus meminta presentasi bagi pihak ketiga yang baru di tunjuk, mengenai mekanisme penanganan sampah yang akan di laksanakannya, harus mampu memberikan target kepada pihak ketiga untuk mampu maksimal dalam pengelolaan sampah tersebut.

3. Menon aktifkan 121 petugas sampah menurutnya harus di pikirkan ulang, dengan keinginan menggunakan orang baru, karena para petugas ini merupakan petugas yang sudah lama berkecimpung dalam dunia penanganan sampah. “jangan sampai menggunakan orang yang tidak pernah mengelola sampah, tidak pernah tidur dengan sampah, karena ketika mereka melakukan demo tersebut, puluhan container sampah sedang menumpuk di jalan, karena dari hasil KLHK atau kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, di tahun 2024 setiap hari di kota sorong memproduksi 15 kontainer sampah dengan total 30% di dalamnya adalah sampah plastik.”ujarnya memberi keterangan.

Gusti mengaku sangat yakin pemerintahan Septinus lobat -Anshar Karim punya keinginan besar dalam menangani sampah yang ada di kota sorong, sehingga berupaya semaksimal mungkin agar kota sorong menjadi semakin bersih.

Aksi Demo Petugas Sampah Di Kantor Walikota Sorong.

“Pak Walikota juga mantan orang Bappeda pernah juga menjadi Pj walikota sebelum menjadi walikota definitive, beliau pasti paham, tinggal memanggil tim akuntan untuk melihat pagu anggaran yang di berikan, sesuaikan anggaran dengan masalah sampah, jika anggaran cukup namun penanganan sampah tidak maksimal, berarti ada masalah. Kemudian jika anggaran di sampaikan pihak ketiga tidak cukup karena kurang armada atau masalah lainnya, maka tinggal di cari jalan keluarnya.”ujar Gusti kemudian.

Dirinya juga berharap bahwa masalah sampah harus di kerjakan secara professional, karena kota sorong ini merupakan kota dengan tingkat SDM yang sangat tinggi, di tengah produktivitas sampah yang juga sangat tinggi setiap harinya, sehingga bisa menjadi rekam jejak di kemudian hari.

“Terakhir saya mendapatkan informasi dari masyarakat di wilayah Klasuur kampung baru, ada petugas sampah yang setelah memungut sampah di jalan, kemudian dengan gerobak sampahnya membuangnya ke kali yang ada di situ, ini salah besar, harus dapat peringatan keras, karena memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat di sekitar situ. Sekali lagi masalah sampah harus di tangani oleh orang professional, bila perlu punya license, karena ini adalah salah satu masalah paling krusial di kota sorong.”ujarnya menutupi pembicaraan.

Nampak salah satu kendaraan angkutan berisi sampah yang di bawa pendemo ke Kantor Walikota Sorong

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....