Pemilik Wilayah Adat Serahkan 50 Hektar Lahan untuk Pembangunan Batalyon TP 807 di Sorong Selatan

  • 14 Mei 2025 08:12 WIB
  •  Sorong

KBRN, Sorong Selatan – Dukungan masyarakat adat terhadap pembangunan nasional kembali ditunjukkan melalui penyerahan lahan seluas 50 hektar untuk pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 807 di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Tokoh adat Kampung Bagaraga, Distrik Wayer, Desianus Wato, mewakili pemilik hak ulayat secara simbolis menyerahkan lahan tersebut kepada negara dalam kegiatan peninjauan lokasi oleh Kodim 1807/Sorong Selatan bersama Asrendam Kodam XVIII/Kasuari, Sabtu (10/5/2025).

“Lahan ini panjangnya 1.000 meter dan lebarnya 500 meter. Ini adalah wujud semangat kami membangun daerah dan mendukung kehadiran TNI untuk memperkuat wilayah serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Desianus saat di wawancara RRI.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perencanaan Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Hasan Abdullah, Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak, Wakil Bupati Yohan Bodori, Wakil Ketua I DPRD Ali Juhuri, serta unsur Forkopimda dan pimpinan OPD setempat.

Komandan Kodim 1807/Sorsel, Letkol Czi Moch. Zaenal Wafa, S.Sos, menjelaskan bahwa lahan berada di ruas Jalan Teminabuan–Ayamaru dan pengajuannya telah disampaikan ke pemerintah daerah sejak Januari 2025. Ia menambahkan bahwa fasilitas sementara seperti tenda, MCK, serta pemanfaatan Kampus Agnes dan Gedung KNPI akan digunakan hingga pembangunan permanen dimulai.

“Ini adalah program prioritas nasional yang direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada Juli 2025,” ujar Letkol Zaenal.

Sementara itu, Kolonel Hasan Abdullah menegaskan bahwa kehadiran Batalyon TP 807 akan berdampak langsung pada ekonomi lokal.

“Jika 1.000 prajurit membelanjakan rata-rata Rp2 juta per bulan, maka Rp2 miliar akan berputar setiap bulannya di Sorong Selatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, peluang besar terbuka bagi pemuda Papua untuk bergabung sebagai prajurit, asalkan memenuhi syarat fisik dan mental.

Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, menyambut positif pembangunan batalyon tersebut. Pemerintah daerah, menurutnya, siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi lahan, regulasi, maupun peningkatan kapasitas SDM lokal.

“Ini bukan hanya soal pertahanan, tapi juga motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat berharap kehadiran Pak Menteri Presiden untuk melihat langsung kesiapan kami,” kata Bupati.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog bersama antara aparat TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat, menandai sinergi yang kuat dalam upaya mewujudkan Sorong Selatan sebagai wilayah yang aman, mandiri, dan sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....