Hadiri Bukber Warga Toraja, Rico Sia Ajak Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama
- 01 Mar 2026 07:16 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Dr. Rico Sia, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga Toraja Muslim Papua Barat Daya di Gedung Tongkonan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Sorong, Sabtu 28 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh warga yang hadir untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat hubungan kekeluargaan lintas agama.
Kegiatan buka bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam acara tersebut tokoh masyarakat, pengurus PMTI, serta warga Toraja muslim.
Dalam sambutannya, politisi partai Nasdem ini menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, khususnya di tengah situasi global yang kerap diwarnai perpecahan. Ia mengingatkan bahwa secara historis, umat Islam dan Kristen memiliki akar kekeluargaan yang sama.
“Kita semua ini sebenarnya satu keluarga besar. Baik Kristen maupun Islam memiliki garis keturunan yang sama, yaitu dari Nabi Ibrahim,” ujar Rico Sia di hadapan para undangan.
Rico menjelaskan, dalam perspektif sejarah keagamaan, keturunan Nabi Ibrahim melalui Nabi Ismail dan Nabi Ishak kemudian berkembang menjadi komunitas Muslim dan Kristen. Karena itu, menurutnya, tidak sepatutnya terjadi konflik di antara keduanya.
“Kalau dianalogikan sekarang, satu ayah punya dua istri lalu memiliki anak. Tentu anak-anaknya tidak boleh saling ribut. Justru tugas orang tua adalah menjaga hubungan kekeluargaan agar tidak terjadi perpecahan,” jelasnya.
Rico Sia menilai nilai-nilai kekerabatan seperti ini sudah diwariskan sejak lama dan seharusnya terus dijaga hingga generasi sekarang. Ia berharap warga Papua Barat Daya, khususnya komunitas masyarakat Toraja, dapat menjadi contoh hidup rukun dalam keberagaman
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat semangat persaudaraan demi menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. Menurutnya, kekuatan suatu komunitas akan rapuh apabila di dalamnya terjadi pertikaian. “Kalau anak-anak dalam satu keluarga saja berkelahi, bagaimana keluarga itu bisa kuat. Karena itu sudah sepatutnya kita hidup rukun, baik keluarga Muslim maupun keluarga Nasrani,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....