Makna Berbuka dengan Kurma
- 23 Feb 2026 22:57 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Berbuka puasa dengan kurma merupakan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan umat Islam. Kebiasaan ini bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dasar ajaran agama yang kuat. Di berbagai belahan dunia, kurma selalu hadir sebagai hidangan pertama saat adzan maghrib berkumandang, menjadi simbol awal kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Anjuran berbuka dengan kurma merujuk pada teladan Nabi Muhammad yang membatalkan puasanya dengan beberapa butir kurma sebelum menunaikan salat. Jika tidak tersedia, beliau berbuka dengan air. Sunnah ini kemudian diikuti oleh umat Islam sebagai bentuk ketaatan sekaligus upaya meraih keberkahan di bulan Ramadan.
Dari sisi kesehatan, kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan energi dengan segera. Kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya juga membantu menjaga keseimbangan tubuh setelah berpuasa. Karena itu, pilihan berbuka dengan kurma tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga bermanfaat secara medis.
Selain itu, kurma mengajarkan makna kesederhanaan. Berbuka tidak harus diawali dengan hidangan mewah, beberapa butir kurma dan segelas air sudah cukup untuk menumbuhkan rasa syukur. Tradisi ini juga mempererat kebersamaan, karena kurma kerap dibagikan secara gratis di masjid-masjid dan acara buka puasa bersama.
Berbuka dengan kurma bukan sekadar rutinitas, melainkan sarat nilai spiritual dan sosial. Di balik rasa manisnya, tersimpan pesan tentang ketaatan, kesehatan, dan kepedulian. Kurma menjadi pengingat bahwa inti dari berbuka puasa adalah rasa syukur dan keberkahan, bukan kemewahan hidangan. (grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....