Kisah Sheila Ebana, Ibu Imigran di Balik Kesuksesan Lamine Yamal

  • 29 Jul 2026 10:49 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Keberhasilan spektakuler Lamine Yamal di panggung sepak bola dunia bukan sekadar cerita tentang bakat alam yang luar biasa. Di balik gelar juara, rekor, dan gemuruh tepuk tangan jutaan pasang mata, terdapat kisah haru pengorbanan seorang ibu yang rela mempertaruhkan segalanya demi masa depan sang buah hati.

Perjalanan Panjang Menembus Batas

Sebelum nama Lamine Yamal bergema di seluruh stadion megah Spanyol dan dunia, perjalanan hidup keluarganya dimulai dari keberanian sang ibu, Sheila Ebana. Sheila bersama ibunya (nenek Yamal) melalukan perjalanan migrasi dari Bata, Guinea Khatulistiwa (Equatorial Guinea), menuju Spanyol untuk mencari kehidupan yang lebih layak.

Di Barcelona, Sheila bertemu dengan Mounir Nasraoui, seorang pria asal Larache, Maroko, yang juga datang ke Spanyol di masa kecilnya. Kedua pasangan muda ini sempat tinggal di asrama khusus orang tua muda di Barcelona sebelum akhirnya melahirkan Lamine Yamal pada tahun 2007 di Esplugues de Llobregat, Catalonia.

Menjaga Bintang Kecil di Granollers dan Rocafonda

Meskipun orang tuanya berpisah saat Yamal masih berusia tiga tahun, Sheila mengambil tanggung jawab besar untuk membesarkan Yamal di Granollers dan kawasan pekerja Rocafonda (Mataró). Bekerja keras dalam berbagai sistem sif kerja hingga larut malam, Sheila memastikan kebutuhan Yamal tetap terpenuhi.

Setiap tetes keringat sang ibu menjadi bahan bakar bagi Yamal saat mengasah kemampuannya di lapangan semen lokal, sebelum akhirnya bakat emasnya tercium oleh pemandu bakat akademi legendaris Barcelona, La Masia.

"Ibu saya datang dari Guinea bersama nenek saya. Saya pergi ke sekolah, latihan, dan baru bisa melihat ibu saya di malam hari ketika ia pulang bekerja. Semua yang saya lakukan di lapangan adalah bentuk balas jasa atas pengorbanannya," ujar Yamal dalam sebuah wawancara.

Dari Pengorbanan Menjadi Kejayaan Dunia

Kini, pengorbanan itu membuahkan hasil manis. Lamine Yamal telah tumbuh dari anak imigran biasa menjadi salah satu pilar utama kesuksesan tim nasional Spanyol—mulai dari panggung Euro 2024 hingga pentas dunia. Selebrasi ikonik berupa senyum dan pelukan erat Yamal bersama sang ibu usai membawa timnya meraih kejayaan menjadi pemandangan paling menyentuh di dunia olahraga.

Kisah Lamine Yamal dan Sheila Ebana bukan lagi sekadar cerita kesuksesan lapangan hijau, melainkan simbol harapan bagi jutaan keluarga imigran di seluruh dunia: bahwa dari perjuangan terkeras, dapat lahir kejayaan tertinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....