Dongeng Tanjung Verde: Debutan Kecil Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • 29 Jun 2026 19:48 WIB
  •  Sorong

RRI.co.id, Sorong - Kisah dongeng paling menarik perhatian dalam gelaran Piala Dunia 2026 resmi lahir dari sebuah negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika. Tim nasional Tanjung Verde (Cape Verde) mengukir sejarah luar biasa setelah berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar pada debut perdana mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat ini.

Kepastian langkah tim berjuluk The Blue Sharks (Tubarões Azuis) ini diraih setelah mereka sukses menahan imbang Arab Saudi dengan skor 0-0 pada laga pamungkas Grup H di NRG Stadium, Houston.

Lolos dengan Tiga Hasil Imbang Sejarah

Menariknya, tim asuhan pelatih Bubista ini melaju ke fase gugur dengan catatan unik yang jarang terjadi. Tergabung di grup neraka bersama raksasa sepak bola seperti Spanyol dan Uruguay, Tanjung Verde finis sebagai runner-up Grup H dengan mengoleksi 3 poin hasil dari tiga kali imbang berturut-turut:

  • Spanyol vs Tanjung Verde (0-0): Menahan imbang sang jawara Eropa di laga perdana.
  • Uruguay vs Tanjung Verde (2-2): Berbagi angka dengan raksasa Amerika Selatan, di mana Kevin Pina mencetak gol historis pertama Tanjung Verde di Piala Dunia.
  • Tanjung Verde vs Arab Saudi (0-0): Mengunci tiket kelolosan sekaligus memulangkan Arab Saudi.

Keberhasilan ini membuat Tanjung Verde menyamai rekor langka Chili pada Piala Dunia 1998, sebagai tim yang mampu lolos dari penyisihan grup setelah mencatat hasil imbang di semua laga fase grup.

Ukuran Kecil, Nyali Besar

Sebagai salah satu negara terkecil yang pernah berkompetisi di putaran final Piala Dunia—dengan populasi hanya sekitar 530.000 jiwa—keberhasilan Tanjung Verde membalikkan semua prediksi pengamat sepak bola.

Ketangguhan lini pertahanan mereka menjadi kunci utama. Kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinha, menjelma menjadi pahlawan nasional berkat rangkaian penyelamatan gemilangnya yang membuat frustrasi barisan penyerang kelas dunia dari Spanyol hingga Arab Saudi.

"Kami memang negara kecil, tetapi kami memiliki kebesaran di dalam hati kami dan kami adalah petarung," ujar Vozinha dengan emosional seusai laga penentu.

Ujian Terbesar: Menantang Sang Juara Bertahan

Dongeng indah The Blue Sharks akan langsung diuji oleh tembok paling tebal di babak berikutnya. Pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung di Miami, Tanjung Verde akan menantang sang juara bertahan, Argentina, yang lolos sempurna sebagai juara grup.

Meski di atas kertas bertindak sebagai underdog total, skuad Tanjung Verde menolak untuk inferior sebelum bertanding. Menghadapi tim yang diperkuat mega bintang Lionel Messi justru menjadi impian yang menjadi kenyataan bagi para pemain.

"Kami tumbuh besar dengan menyaksikan Messi bermain. Kami semua sering membayangkan bagaimana rasanya bertanding melawannya, dan kini kami mendapatkan kesempatan itu. Atas izin Tuhan, kami bisa mengalahkan sang juara dunia, Argentina," tegas salah satu pemain bertahan Tanjung Verde dengan optimistis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....