Inilah Alasan Mengapa Tim Sepak Bola Belanda Sangat Disukai di Papua dan Maluku
- 20 Jun 2026 17:12 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Ada beberapa alasan historis dan budaya mengapa tim nasional sepak bola Belanda sering memiliki basis pendukung yang kuat di sebagian wilayah Indonesia Timur, terutama di Papua dan Maluku. Fenomena ini terutama dipengaruhi oleh sejarah, hubungan sosial, dan identitas budaya, bukan karena ada hubungan langsung dengan kualitas sepak bola Belanda saat ini.
Hal tersebut dapat terlihat ketika perhelatan ajang sepak bola Internasional seperti piala dunia dan liga Eropa digelar, konvoi besar-besaran mewarnai sebagian besar wilayah Maluku dan Papua yang dipenuhi warga masyarakat dengan menggunakan atribut berwarna oranje, sebagai bentuk dukungan terhadap tim kebanggaan mereka Belanda atau "De Oranje" sambil meneriakkan yel-yel "Hup Holland Hup"
Dilansir dari berbagai sumber, berbagai faktor yang melatarbelakangi fenomena ini terjadi, antara lain;
1. Warisan sejarah kolonial yang berbeda
- Papua merupakan wilayah yang berada di bawah administrasi Belanda lebih lama dibanding sebagian besar wilayah Indonesia, hingga awal 1960-an, khususnya Papua Barat dan Papua Barat Daya. Hubungan sosial, pendidikan, dan birokrasi Belanda meninggalkan jejak yang relatif kuat dalam memori kolektif sebagian masyarakat Papua.
- Sebagian generasi tua masih memiliki kenangan atau cerita keluarga tentang masa administrasi Belanda.
- Beberapa institusi pendidikan, gereja, dan birokrasi pada masa itu memiliki hubungan erat dengan Belanda.
- Dukungan kepada Belanda dalam sepak bola kadang menjadi bagian dari identitas lokal atau tradisi keluarga, bukan semata-mata soal olahraga.
- Di Maluku, hubungan dengan Belanda juga sangat panjang sejak era VOC dan Hindia Belanda. Banyak keluarga Maluku memiliki hubungan historis dengan institusi kolonial, termasuk militer KNIL.
- Hubungan Maluku dengan Belanda sudah berlangsung sejak abad ke-17, yakni banyak orang Belanda yang menikah dengan orang Maluku.
- Banyak orang Maluku pernah menjadi bagian dari pasukan KNIL pada masa kolonial.
2. Adanya diaspora Maluku di Belanda
Setelah kemerdekaan Indonesia, ribuan orang Maluku yang terkait dengan KNIL pindah ke Belanda dan membentuk komunitas diaspora yang besar.. Dari komunitas ini lahir banyak pemain sepak bola terkenal yang memiliki keturunan Maluku dan membela Belanda, seperti Ruud Gullit dan Giovanni van Bronckhorst. Hal ini menciptakan rasa kedekatan emosional bagi sebagian masyarakat Maluku terhadap sepak bola Belanda.
3. Pengaruh sepak bola Belanda dalam perkembangan sepak bola Indonesia
Sepak bola diperkenalkan dan berkembang luas di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Banyak struktur organisasi, klub, dan budaya sepak bola awal berasal dari era tersebut. Karena itu, Belanda memiliki tempat khusus dalam sejarah sepak bola Indonesia.
4. Faktor identitas dan tradisi keluarga
Di beberapa daerah, dukungan kepada Belanda sudah menjadi tradisi turun-temurun. Anak-anak tumbuh melihat orang tua atau kakek-nenek mendukung Belanda saat Piala Dunia atau Piala Eropa, sehingga preferensi itu terus diwariskan. Fenomena ini sering lebih bersifat budaya sepak bola daripada sikap politik.
5. Gaya bermain dan citra Belanda
Belanda memiliki sejarah sepak bola yang kuat dengan konsep Total Football yang terkenal melalui generasi pemain seperti Johan Cruyff. Tim Belanda juga sering menjadi favorit netral di berbagai negara karena gaya bermainnya yang atraktif. Faktor ini turut memperkuat basis penggemar mereka.
Jadi, alasan utamanya bukan karena Indonesia Timur khususnya Maluku dan Papua "lebih Belanda", melainkan kombinasi sejarah kolonial, hubungan diaspora Maluku-Belanda, keturunan, pengaruh sepak bola Belanda dalam sejarah Indonesia, serta tradisi dukungan yang diwariskan antar generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....