Piala Dunia Pemuda Tampa Garam Percantik Tembok Kota

  • 04 Jun 2026 11:31 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Semangat menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Sorong. Sejumlah pemuda di Kompleks Rujem atau yang dikenal sebagai Tampa Garam, Distrik Sorong Barat, mengubah tembok di sepanjang Jalan Kasuari menjadi mural bertema sepak bola dunia.

Tembok yang sebelumnya tampak biasa kini dipenuhi lukisan berbagai bendera negara peserta Piala Dunia 2026. Warna-warni bendera dari negara seperti Brasil, Argentina, Portugal, Jerman, Prancis, Norwegia, hingga Meksiko menghiasi dinding dan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang melintas.

Salah satu penggagas kegiatan, Ronal Werimon, mengatakan mural tersebut bukanlah proyek baru. Kegiatan serupa sudah pernah dilakukan warga setempat pada 2018 dan kembali dihidupkan menjelang turnamen sepak bola terbesar dunia tahun ini.

"Kami ingin menghadirkan kembali suasana Piala Dunia seperti yang pernah kami buat beberapa tahun lalu. Tahun ini kami lanjutkan dengan konsep yang lebih besar," ujar Ronal.

Menurutnya, pengerjaan mural dilakukan secara swadaya oleh para pemuda dan masyarakat sekitar. Hingga saat ini biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta untuk pembelian cat dan perlengkapan lainnya.

Meski sebagian besar tembok telah selesai dihias, para pemuda masih berencana menambah sejumlah gambar bendera negara lainnya, khususnya dari kawasan Asia dan Afrika yang belum banyak terwakili.

"Kami masih ingin melengkapi mural ini dengan lebih banyak negara peserta. Namun saat ini kami masih membutuhkan tambahan biaya untuk menyelesaikannya," katanya.

Ronal berharap keberadaan mural tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi ruang ekspresi positif bagi generasi muda di lingkungan Tampa Garam.

"Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda bisa berkarya dan membuat lingkungan menjadi lebih menarik serta bermanfaat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Tampa Garam, Rein Pariri, menyebut mural tersebut telah menjadi bagian dari identitas lingkungan mereka sejak beberapa tahun lalu. Bahkan warga setempat memiliki julukan unik untuk lokasi tersebut.

"Dari dulu masyarakat sering menyebutnya sebagai tembok keramat. Karena beberapa tim favorit yang pernah digambar di sini justru gagal menjadi juara," kata Rein sambil tersenyum.

Meski demikian, ia optimistis Piala Dunia 2026 akan menghadirkan kejutan baru, termasuk peluang munculnya juara dari negara-negara yang selama ini belum diperhitungkan.

Ia juga mengapresiasi semangat para pemuda yang terus menjaga kreativitas dan kekompakan melalui kegiatan seni tersebut.

"Kami berharap mural ini bisa menjadi simbol persatuan warga sekaligus memperindah lingkungan menjelang pesta sepak bola dunia," tutupnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....