Komik Buah Ajaib Kenalkan Biji Pala lewat Cerita dan Pembelajaran STEM
- 30 Sep 2026 07:58 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Jakarta,Sorong – Komik Buah Ajaib karya Tuti Adhayati mengenalkan biji pala kepada anak-anak melalui cerita bergambar sekaligus membuka peluang pemanfaatannya sebagai sumber belajar berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Buku tersebut dibahas dalam kegiatan Bedah Buku Seri “Balik Cerita” yang diselenggarakan Pusat Perbukuan, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa 29 September 2026.
Kepala Pusat Perbukuan Supriyatno mengatakan, kegiatan bedah buku merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi sekaligus memperkenalkan buku-buku terbitan Pusat Perbukuan, karya penulis, maupun buku dari berbagai lembaga kepada masyarakat.
“Bedah buku yang dilakukan sebagai sebuah ikhtiar dalam rangka untuk meningkatkan literasi, memperkenalkan buku-buku hasil terbitan Pusat Perbukuan maupun buku-buku yang dituliskan oleh para penulis dan juga dari berbagai lembaga,” ujar Supriyatno.
Penulis Buah Ajaib, Tuti Adhayati, mengungkapkan ide penulisan komik berawal dari ketertarikannya terhadap pala. Menurutnya, masih banyak masyarakat, termasuk orang dewasa, yang belum mengetahui secara utuh bentuk, manfaat, dan beragam pemanfaatan biji pala.
“Biji pala bukan cuma untuk membuat soto, bukan cuma jadi bumbu saja. Tetapi dapat diolah menjadi obat-obatan, parfum, banyak sekali yang lengkap berada dalam kehidupan kita tanpa kita sadari,” kata Tuti.
Tuti kemudian melakukan riset mengenai pala, mulai dari manfaat, pengolahan, hingga sejarahnya sebagai salah satu komoditas rempah yang pernah memiliki nilai ekonomi tinggi dan menarik perhatian dunia.
“Indonesia itu punya salah satu rempah-rempah yang dulu pernah mahal harganya, namun sekarang mungkin sudah banyak dan tampak biasa saja,” tuturnya.
Agar informasi tersebut mudah diterima anak-anak, Tuti memilih format komik dengan banyak gambar dan warna. Sasaran pembacanya adalah siswa sekolah dasar sehingga informasi disampaikan secara sederhana dan dimasukkan ke dalam alur cerita.
“Pokoknya harus banyak gambarnya, berwarna, supaya anak-anak bacanya tidak membosankan dan kaku,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang diangkat dalam cerita adalah masalah jamur yang berkaitan dengan pala. Persoalan tersebut menjadi bagian dari alur cerita sehingga informasi mengenai manfaat dan kandungan pala dapat disampaikan tanpa membuat anak merasa sedang mempelajari materi secara formal.
“Jadi tujuan utama agar info tentang masalah dalam komik tersebut tetap masuk tapi anak-anak tidak merasa seperti dibebankan untuk berpikir keras,” jelas Tuti.
Selain menjadi bahan bacaan, Buah Ajaib juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual oleh guru SMP Bosowa Bina Insani Bogor, Kharisma Prawesti Sri Utami.
Menurut Kharisma, cerita mengenai pala dalam komik tersebut dapat menjadi titik awal bagi siswa untuk mengidentifikasi masalah, mencari informasi, merancang solusi, dan menghubungkannya dengan berbagai bidang dalam pembelajaran STEM.
Setelah membaca komik, siswa dapat diajak menemukan persoalan yang muncul dalam cerita, seperti masalah jamur pada biji pala. Dari persoalan tersebut, siswa kemudian dapat diminta memikirkan solusi yang dapat diterapkan.
Kharisma menjelaskan bahwa aspek engineering dalam STEM tidak selalu berkaitan dengan mesin atau teknologi. Siswa juga dapat belajar merancang atau merekayasa solusi berdasarkan permasalahan yang ditemukan.
“Karena engineering bukan hanya berkaitan dengan mesin, namun desain atau rekayasa solusi apa yang dapat dilakukan sudah termasuk dalam pembelajaran engineering sendiri,” ujarnya.
Konsep matematika juga dapat dihadirkan melalui aktivitas sederhana. Misalnya, siswa menghitung ukuran rak pengering buah pala atau memperkirakan waktu yang diperlukan dalam proses pengeringan.
“Setelah membaca buku komik tersebut dapat memberikan lembar kerja yang berisi pertanyaan tentang masalah yang ditemukan dalam cerita dan solusi yang dapat dirancang oleh murid,” ucap Kharisma.
Pembelajaran yang menggunakan komik tersebut juga tidak terbatas pada IPA. Kharisma mengatakan, materi dapat dikaitkan dengan IPS, misalnya melalui pembahasan pala sebagai komoditas ekspor serta pengolahan produk yang dapat meningkatkan nilai ekonomi.
“Berbicara STEM tidak hanya dikaitkan dengan IPA, namun bisa dengan mata pelajaran lain seperti komik ini bisa dikaitkan dengan IPS yakni komoditas ekspor atau bagaimana meningkatkan ekonomi dengan cara mengolahnya,” pungkasnya.
Melalui pendekatan tersebut, Buah Ajaib tidak hanya menjadi bacaan bergambar, tetapi juga dapat menjadi pemantik rasa ingin tahu siswa. Cerita tentang pala dapat mendorong siswa untuk membaca, menemukan persoalan, mengajukan pertanyaan, melakukan perhitungan, merancang solusi, sekaligus mengenal potensi rempah Indonesia. (Rls)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....