Kilas Balik 5 Surat Kabar yang Terbit sebelum Indonesia Merdeka

  • 17 Agt 2026 20:04 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan menuju kebebasan tidak hanya dilakukan melalui perlawanan fisik. Pers dan surat kabar juga menjadi bagian penting dalam menyuarakan semangat kebangsaan.

Jauh sebelum kemerdekaan, sejumlah surat kabar terbit dan menjadi ruang bagi para tokoh pergerakan untuk menyampaikan gagasan, kritik terhadap kolonialisme, serta membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persatuan dan kemerdekaan.

Kilas balik lima surat kabar yang terbit sebelum Indonesia merdeka memperlihatkan bagaimana media pada masa itu memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah bangsa. Dari tulisan dan pemberitaannya, tersimpan jejak perjuangan yang turut mengantarkan Indonesia menuju satu cita-cita: berdiri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Disadur Good News From Indonesia, Ada lima surat kabar penting yang terbit sebelum Indonesia merdeka, yang turut menjadi bagian dari perjalanan pers dan perjuangan bangsa dalam membangun kesadaran nasional :

  1. Koran Sinar Matahari (1910) : isi berita meliputi tahun 1913 – 1914 dengan menggunakan bahasa melayu

  2. Koran Soeara Ra’jat ( 1 April 1919) : isi berita tentang kekejaman kapitalisme terhadap kaum lemah. Koran ini merupakan koran pergerakan sosialis.

  3. Koran Soeloeh Ra’jat (2 Januari 1929) : isi berita tentang pentingnya persatuan koran pergerakan rakyat yang menggunakan bahasa melayu.

  4. Djawa Tengah Review (Juli 1929) : Isi berita didalamnya bervariasi dan menampilkan beberapa foto dan masih menggunakan bahasa melayu.

  5. Majalah Abad 20 (29 April 1939) : majalah ini mengulas berita mengenai biografi, sastra, seni dan lainnya.

Lima surat kabar yang terbit sebelum kemerdekaan menjadi saksi perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kebebasan. Di tengah keterbatasan dan tekanan kolonial, pers tetap menjadi ruang untuk menyuarakan gagasan, membangun kesadaran, dan menumbuhkan semangat kebangsaan. Jejak pemberitaan dari masa itu mengingatkan kita bahwa perjuangan menuju kemerdekaan tidak hanya dilakukan dengan senjata, tetapi juga melalui tulisan dan keberanian menyampaikan suara bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....