TNI Bangun Jembatan Perintis 15 Meter di Klatifi demi Akses Pelajar

  • 10 Apr 2026 11:38 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Kodim 1802/Sorong terus mengakselerasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV yang berlokasi di Kampung Klatifi, Distrik Sorong Barat, Provinsi Papua Barat Daya. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Jumat (10/04/2026), progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 6 persen.

Pekerjaan saat ini difokuskan pada tahap perakitan besi kolom cakar ayam. Tahapan ini merupakan bagian paling krusial karena berfungsi sebagai pondasi utama jembatan beton agar memiliki daya tahan maksimal dalam jangka panjang.

Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Renaldi, S.I.P., M.Han

Infrastruktur Strategis untuk Rakyat

Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Renaldi, S.I.P., M.Han, menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 15 meter ini dirancang untuk menunjang mobilitas masyarakat yang selama ini terbatas. "Tahap pondasi menjadi kunci utama, sehingga dikerjakan secara teliti dan maksimal agar hasilnya kuat dan berkualitas," jelas pimpinan tertinggi di Kodim 1802/sorong.

Sinergi Pusat dan Daerah

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan implementasi program pemerintah pusat yang sedang viral dan menjadi perhatian publik. Program ini digagas langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui sinergi antara:

  • Kementerian Pertahanan RI
  • TNI Angkatan Darat

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil dan perbatasan Indonesia.

Manfaat Bagi Pelajar dan Ekonomi

Kehadiran jembatan ini membawa harapan baru bagi warga Kampung Klatifi. Selain memperlancar denyut nadi ekonomi warga, jembatan ini menjadi solusi keamanan bagi para pelajar.

Selama ini, akses menuju sekolah bagi anak-anak di wilayah tersebut dinilai kurang layak. Dengan adanya jembatan beton yang kokoh, para pelajar kini memiliki jalur yang lebih aman dan nyaman untuk menuntut ilmu setiap harinya.

Gotong Royong TNI dan Warga Di lapangan, terlihat personil Kodim 1802/Sorong bahu-membahu bersama tukang dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong ini menjadi modal utama dalam memastikan struktur awal jembatan selesai tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....