Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Jaga Ekonomi Ditengah Gejolak Global

  • 10 Apr 2026 06:47 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Hal itu disampaikan usai Rapat Kerja Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta.

Airlangga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih tergolong kuat, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di antara negara anggota G20.

“Pertumbuhan ekonomi kita di kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi kedua setelah India,” ujarnya.

Menurut Airlangga, kekuatan ekonomi nasional saat ini ditopang oleh konsumsi domestik yang mencapai 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, ketahanan pangan juga menjadi faktor penting dengan produksi beras mencapai 34,7 juta ton dan cadangan beras yang dikelola Perum Bulog sebesar 4,6 juta ton.

Di sektor fiskal, Airlangga menyebut kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup solid. Hingga kuartal pertama 2026, penerimaan pajak tumbuh 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun.

Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan strategis, salah satunya implementasi program biodiesel B50 yang akan mulai berlaku 1 Juli mendatang.

“Kebijakan ini berpotensi memberikan penghematan hingga Rp48 triliun sekaligus memperkuat ketahanan energi,” jelasnya.

Airlangga juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan rasio utang di kisaran 40 persen dan defisit anggaran di level 3 persen hingga akhir tahun.

Dari sisi moneter, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui kebijakan triple intervention, dengan suku bunga acuan tetap di level 4,75 persen.

Tak hanya itu, pemerintah juga melanjutkan kerja sama bilateral currency swap dengan sejumlah negara seperti Tiongkok, Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan.

Airlangga optimistis, dengan berbagai langkah tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tetap terjaga dan berpotensi menembus angka 5,5 persen.

“Fundamental ekonomi kita kuat, dan pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan agar tetap stabil di tengah ketidakpastian global,” pungkasnya.

Sumber : Yt Sekretariat Presiden

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....