Menelusuri Perjalanan Karier Kwik Kian Gie.

  • 30 Jul 2025 05:57 WIB
  •  Sorong

KBRN, Teminabuan : Indonesia berduka kehilangan sosok ekonom senior Kwik Kian Gie (28/07/2025). Ia adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) sekaligus tokoh ekonom, pendidikan dan politik nasional.

Berikut merupakan perjalanan karier Kwik Kian Gie semasa hidupnya melansir dari Wikipedia :

Pada tahun 1963 Kwik Kian Gie menyelesaikan studinya di Nederlandsche Economische Hogeschool di Rotterdam, Belanda ia tidak pulang ke Indonesia tetapi ia bekerja selama satu tahun sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Kemudian Kwik menjadi direktur perusahaan perkebunan NV Handelsonderneming, IPILO, Amsterdam.

Kwik Kian Gie kembali ke Indonesia pada tahun 1970 dengan memulai dunia bisnis. Kwik memimpin lembaga keuangan nonbank yaitu Indonesia Financing and Investment Company selama tiga tahun. Ia membuka usaha pengelolaan perkebunan di PT Jasa Dharma utama serta mendirikan PT Altron Panorama Electronics.

Pada tahun 1987 Kwik selesai dengan dunia bisnisnya. Kegiatan bisnis sebenarnya bukan tujuan utamanya melanikan menjadi battu loncatan ke dunia yang dicintainya yaitu politik dan pendidikan. Akhirnya Kwik terjun ke dunia Pendidikan dan Politik untuk memenuhi obsesinya yang diniatkan sejak remaja. Kwik bersama dua rekannya Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII) dalam lembaga tersebut Kwik menempati jajaran dewan direktur.

Untuk dunia politik Kwik bergabung dengan PDI, ia duduk di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sekaligus menjadi salah satu Ketua DPP PDI. Saat reformasi yang berkobar jelang runtuhnya pimpinan Orde Baru Soeharto, PDI mendapat ruang gerak dan Kwik menuju ke Senayan sebagai angoota DPR RI dan Ia dipercaya sebagai Wakil Ketua MPR RI pada tahun 1999. Pada tahun 1999-2000 kwik menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, ia mengancam akan mundur dari jabatannya jika penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) tetap diperpanjang, karena menurutnya hal itu tidak adil dan mengorbankan rakyat. Kwik menduduki Kepala Bappenas dari tahun 2001-2004.

Pada pemilu tahun 2019, Kwik Kian Gie menjadi salah satu penasihat ekonomi dari pasangan calon nomor urut 2 yaitu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Demikianlah perjalanan karier dari Kwik Kian Gie, seorang tokoh ekonom, pendidikan dan politik nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....