KPU Tetapkan 20 Calon Terpilih Anggota DPRD Raja Ampat Periode 2024-2029

  • 28 Mei 2024 09:11 WIB
  •  Sorong

KBRN, Waisai: Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno penetapan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat periode 2024-2029 di Korpak Villa and Resort, Selasa (28/5/2024). Pleno ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat Yusuf Salim, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Raja Ampat, dan perwakilan partai politik.

Dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Raja Ampat Arsad Sehwaky, KPU menetapkan jumlah kursi masing-masing parpol. Partai Demokrat memimpin perolehan kursi di DPRD Raja Ampat dengan menempatkan 6 anggota legilsatif. Gerindra dan Hanura masing masing 3 kursi. Partai Golkar, Nasdem, dan PKS masing masing mendapat dua kursi.

Sedangkan dan PAN dan Partai Garuda masing masing satu kursi. Total jumlah anggota DPRD Raja Ampat untuk periode 2024-2029, masih sama dengan periode sebelumnya, sebanyak 20 orang yang berasal dari tiga daerah pemilihan.

Perolehan kursi Partai Demokrat dan Golkar turun dibandikanh periode sebelumnya. Sementara kursi Gerindra, Hanura, dan Nasdem meningkat. Partai Garuda menjadi satu-satunya parpol pendatang baru yang berhasil mendapat satu kursi.

Ketua KPU Raja Ampat Arsad Sehwaky menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu menyukseskan pemilu. Bukan hanya kerja KPU tapi semua pihak yang turut membantu terselenggaranya pemilu yang damai dan aman. Saat ini KPU sudah memulai tahapan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024.

KPU, kata dia, akan meluncurkan tahapan pilkada pada 30 Mei mendatang di Pantai WTC karena pemilihan kepala daerah sudah semakin dekat. “Perlu menggaungkan kepada semua pihak bahwa pilkda tahun ini akan digelar pada 27 November mendatang,” kata dia.

Sekda Yusuf Salim mengucapkan selamat kepada 20 calon terpilih yang akan duduk di kursi DPRD periode 2024-2029. Pihaknya berharap anggota DPRD periode mendatang akan bekerja dengan baik demi mewujudkan Raja Ampat yang maju dan Sejahtera.

Yusuf menerangkan Tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu lalu cukup tinggi sebagai cerminan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam proses pembangunan. Pihaknya tidak mennutup mata dengan bermasalah dan tantangan yang timbul pada pemilu lalu, seperti politik uang, politik identitas, dan berbagai tantangan teknis lainnya. “Semua kendala dan kekurangan pada pemilu lalu diharapkan bisa diperbaiki sehingga pilkada bisa lebih sukses,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....