RRI.CO.ID, Sorong - Istilah "sigma" kini semakin dikenal di kalangan remaja, terutama melalui platform sosial seperti TikTok, Instagram, dan X. Kata ini sering digunakan untuk merujuk pada orang yang dianggap tenang, mandiri, dan tidak terlalu memperdulikan pendapat orang lain. Dalam berbagai postingan, istilah sigma sering muncul dalam bentuk meme, video pendek, atau komentar yang humoris.
Asal usul, sigma berasal dari huruf Yunani yang sering digunakan dalam berbagai bidang matematika dan sains. Namun, dalam budaya internet populer, istilah ini berkembang dari ide “sigma male”, yang mulai dikenal di media sosial pada dekade 2010-an. Konsep ini muncul sebagai alternatif untuk istilah alpha male yang sudah lebih dulu terkenal.
Berbeda dengan alpha male yang biasanya digambarkan sebagai sosok yang dominan dan suka menjadi pusat perhatian, sigma male digambarkan sebagai individu yang cenderung lebih menyendiri, mandiri, serta beroperasi dengan cara yang lebih diam-diam. Meskipun tidak terlihat mencolok secara sosial, sigma sering kali diasosiasikan dengan kesuksesan dan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Gambaran ini menjadi daya tarik bagi banyak warganet.
Dalam perjalanan di dunia media sosial, makna sigma mengalami perubahan. Istilah ini tidak lagi digunakan dengan serius tetapi lebih banyak dipakai untuk lelucon. Pernyataan seperti “sigma move” biasanya mengacu pada tindakan yang dianggap dingin, tidak terduga, atau sengaja berbeda dari norma yang berlaku.
Meningkatnya ketenaran istilah sigma menunjukkan bagaimana slang di era digital terus bertransformasi dan berkembang. Walaupun mendapat tanggapan positif dan negatif, sigma kini telah menjadi bagian dari ekspresi budaya internet yang menyoroti kreativitas, humor, serta cara generasi muda memahami identitas diri mereka di ruang digital. (grace)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....