Kebiasaan Cuci Beras ternyata Punya Dampak Nutrisi

  • 20 Agt 2026 07:37 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan - Kebiasaan membilas beras sebelum dimasak ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan. Proses ini dapat membantu mengurangi debu atau kotoran yang menempel pada butiran beras. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut pembilasan beras hanya memberikan pengaruh kecil terhadap kadar arsenik pada nasi yang sudah dimasak.

FDA juga menjelaskan bahwa beras termasuk bahan pangan yang lebih mudah menyerap arsenik dari lingkungan dibandingkan sejumlah tanaman pangan lainnya. Meski demikian, masyarakat tetap dapat mengonsumsi beras sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Penelitian FDA menunjukkan bahwa cara memasak dengan air lebih banyak lalu membuang sisa air dapat menurunkan arsenik anorganik sekitar 40–60 persen, tetapi metode tersebut juga dapat mengurangi sejumlah zat gizi.

Di sisi lain, mencuci beras terlalu berlebihan juga bukan pilihan yang selalu lebih baik. Menurut FDA, proses pembilasan dapat mengurangi zat besi, folat, tiamin, dan niasin pada beras yang telah diperkaya. Karena itu, beras sebaiknya dicuci secukupnya untuk membantu membersihkan kotoran tanpa melakukan pembilasan secara berlebihan.

Dengan demikian, mencuci beras sebelum dimasak tetap dapat dilakukan sebagai bagian dari persiapan makanan. Namun, masyarakat tidak perlu menganggap semakin banyak beras dibilas maka semakin sehat hasilnya. Cara memasak, jenis beras, kualitas air, dan pola makan secara keseluruhan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....