Perbedaan Kue Baroncong dan Kue Pukis, Mirip tapi Beda Rasa
- 16 Apr 2026 08:29 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner tradisionalnya, termasuk aneka kue basah yang menggugah selera. Dua di antaranya adalah kue baroncong dan kue pukis. Sekilas, keduanya tampak serupa karena sama-sama dimasak menggunakan cetakan dan berbentuk setengah lingkaran, namun jika ditelusuri lebih dalam, terdapat sejumlah perbedaan mendasar dari segi bahan, rasa, hingga tekstur.
Kue baroncong merupakan jajanan khas dari Makassar yang memiliki cita rasa cenderung gurih. Kue ini dibuat dari bahan dasar tepung beras, parutan kelapa, santan, dan gula, lalu dimasak di atas cetakan khusus dan biasanya dimasak menggunakan tungku arang. Tekstur kue baroncong biasanya sedikit renyah di bagian luar, namun tetap lembut di dalam. Rasa manisnya tidak terlalu dominan, bahkan sering kali lebih terasa gurih, sehingga cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi, terutama saat masih hangat.
Sementara itu, kue pukis lebih dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia dan memiliki rasa yang lebih manis. Bahan dasar kue pukis umumnya terdiri dari tepung terigu, telur, gula, ragi, dan santan. Penggunaan ragi membuat adonan kue pukis mengalami proses fermentasi, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih mengembang, empuk, dan berpori. Selain itu, kue pukis biasanya disajikan dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, meses, atau kacang yang menambah variasi rasa.
Perbedaan paling mencolok antara kedua kue ini terletak pada tekstur dan proses pembuatannya. Kue baroncong tidak menggunakan ragi, sehingga teksturnya cenderung lebih padat dan tidak terlalu berongga. Sebaliknya, kue pukis memiliki tekstur ringan dan lembut berkat proses fermentasi. Dari segi rasa, baroncong lebih gurih dengan sedikit sentuhan manis, sedangkan pukis lebih dominan manis dan variatif.
Meski berbeda, kue baroncong dan kue pukis sama-sama menjadi bagian dari warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan. Keduanya menawarkan keunikan tersendiri, baik dari segi rasa maupun cara penyajian. Dengan mengenal perbedaannya, masyarakat dapat semakin menghargai kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang beragam dan penuh cita rasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....