Kue Lontar Dari Belanda hingga Jadi Ikon Papua
- 26 Mar 2026 10:19 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kue lontar merupakan salah satu hidangan tradisional dari Papua, terutama terkenal di wilayah Fakfak dan sekitarnya. Kue ini menyerupai pie besar dengan isi yang lembut di bagian tengah dan kulit yang renyah di bagian luar. Rasanya yang manis dan gurih membuatnya sangat disukai oleh banyak orang, baik yang berasal dari daerah setempat maupun para pengunjung.
Menurut catatan sejarah, kue lontar awalnya tidak disebut dengan nama “lontar. ” Hidangan ini diperkenalkan di Papua oleh tentara Hindia Belanda sekitar tahun 1910. Di negeri Belanda, kue ini dikenal sebagai “ronde taart,” yang berarti kue bulat. Karena warga setempat kesulitan menyebut nama tersebut, akhirnya sebutannya berubah menjadi kue lontar, seperti yang kita kenal hingga saat ini.
Tentara Belanda yang ditugaskan di Papua, khususnya di Fakfak, sering membawa kue ini dari tanah asal mereka. Untuk mempermudah, mereka mengajarkan penduduk setempat cara membuatnya agar tidak perlu terus-menerus mengimpor. Teknik membuat kue lontar ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat lokal. Awalnya, bahan-bahan seperti margarin, susu, dan tepung terigu masih diimpor, tetapi seiring berjalannya waktu, bahan-bahan itu kini sudah mudah ditemukan di pasar lokal.
Saat ini, kue lontar bukan hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi kuliner masyarakat Papua. Kue ini sering disiapkan dalam ukuran besar untuk dinikmati bersama keluarga atau tamu pada acara-acara penting seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri, Natal, atau pesta keluarga. Kombinasi antara tekstur renyah di luar dan bagian tengah yang lembut menjadikan kue ini sajian istimewa dalam berbagai momen kebersamaan.
Selain dinikmati langsung di lokasi, kue lontar juga sering kali dibuat dalam ukuran yang lebih kecil agar mudah dibawa pulang sebagai cendera mata khas Papua. Varian mini ini sekarang semakin diminati dan dapat ditemukan di berbagai toko roti atau tempat oleh-oleh di seputaran Papua serta wilayah Indonesia Timur.
Melalui sejarahnya, kue lontar tidak hanya menjadi makanan lezat, namun juga saksi bagaimana budaya kuliner lokal terpengaruh dan berasimilasi dengan tradisi dari luar, lalu berkembang menjadi bagian penting dari identitas kuliner Papua. (grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....