Fenomena War Takjil di Bulan Ramadhan
- 10 Feb 2026 11:47 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong- Bulan Ramadhan selalu disambut dengan hangat bagi yang merayakannya. Ada sebuah fenomean menarik yang sering terjadi di kalan menjelang berbuka puasa yang mengundang antusiasme masyarakat yakni Fenomena War Takjil. Ketika mendekati waktu berbuka puasa masyarakat akan berbondong-bondong mencari hidangan takjil untuk membatalkan puasa. Istilah War Takjil ini menggambarkan momen berburu takjil dengan penuh semangat, bahkan terkadang seperti “bersaing” untuk mendapatkan makanan favorit sebelum kehabisan.
Pada dasarnya War takjil merujuk pada situasi ketika pembeli beramai-ramai mendatangi penjual takjil menjelang magrib. Karena jumlah pembeli yang membludak dan stok terbatas, suasana menjadi ramai, cepat, dan kadang penuh strategi. Ada yang datang lebih awal agar tidak kehabisan, ada pula yang sudah “mengincar” menu tertentu sejak siang hari.
War Takjil ini sering terjadi di beberapa pasar ramadhan, di pinggir jalan yang menjajakan sejumlah makanan oleh pedagang musiman, area perkantoran, bahkan di lingkungan perumahan. Biasanya takjil yang diperebutkan ada kolak, es buah, gorengan, pastel, risol, hingga minuman kekinian.
Pertanyaannya lantas mengapa fenomena ini selalu muncul di bulan ramadhan dan sangat viral di media sosial? Alasannya karena adanya antusiasme masyarakat menjelang buka untuk membeli makanan yang menggoda untuk dijadikan takjil. Setelah menahan lapar dan dahaga seharian wajar saja bila masyarakat antusia untuk berburu takjil.
Alasan kedua adalah karena adanya konten berburu takjil yang kerap kali menghiasi linimasa media sosial kala bulan ramadhan. Media sosial berperan besar dalam mempopulerkan istilah War Takjil. Konten video yang disajikan seringkali menggambarkan betapa ramainya pasar ramadhan, ekpresi lucu pembeli, makanan yang viral, bahkan kelucuan perebutan takjil dengan masyarakat non muslim yang juga ikut mengantri untuk membeli takjil.
Di balik keramaian war takjil ada beberapa dampak positif. Meskipun terkesan heboh namun dengan adanya war takjil mampu menggerakan perekonomian menggerakan enokomi rakyat, bisa menghidupkan suasana ramadhan, dan mendorong kreativitas produksi kuliner.
Agar tetap selaras dengan makna Ramadhan, fenomena ini sebaiknya disikapi dengan bijak dengan membuat daftar menu sebelum membeli, datang lebih awal agar tidak terburu-buru. beli secukupnya sesuai kebutuhan, tetap menjaga etika dan kesabaran saat antre, dan prioritaskan berbagi jika memiliki rezeki lebih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....