Kolesterol Tinggi Sebabkan 3,6 Juta Kematian Setiap Tahun
- 30 Sep 2026 06:53 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia (WHO) dan World Heart Federation bahwa kolesterol menjadi penyebab kematian terbanyak yakni menjapai 3,6 juta setiap tahunnya. Kondisi ini merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, baik di negara berpenghasilan tinggi maupun rendah.
Pada peringatan hari jantung sedunia ini kita perlu mengetahui bahwa Kolesterol adalah zat seperti lemak yang menyerupai lilin dan terdapat di dalam darah. Hati memproduksi kolesterol atau menggunakan kolesterol yang diperoleh dari sumber lain: kolesterol dan lemak jenuh dari makanan, kolesterol yang dibawa dalam aliran darah, atau melalui penyerapan kembali empedu dari saluran pencernaan.
Kolesterol sangat penting bagi fungsi tubuh yang sehat, karena tubuh membutuhkannya untuk membentuk sel-sel yang sehat serta memproduksi vitamin dan berbagai hormon. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan masalah serius, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Kadar kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke yang dapat dikendalikan. Kolesterol dibawa melalui darah dengan cara berikatan dengan protein. Kombinasi antara protein dan kolesterol ini disebut lipoprotein. Terdapat berbagai jenis kolesterol, berdasarkan apa yang dibawa oleh lipoprotein tersebut: low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL).
Komponen ketiga, yang dikenal sebagai trigliserida, juga berperan dalam kesehatan kolesterol kita. Trigliserida merupakan jenis lemak yang paling umum ditemukan dalam tubuh kita dan berfungsi menyimpan kelebihan energi atau lemak yang berasal dari makanan.
Kelebihan berat badan, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula secara berlebihan, atau terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Kadar trigliserida bisa saja tinggi meskipun kadar kolesterol baik dan kolesterol non-HDL berada pada tingkat yang relatif normal.
Kadar trigliserida yang tinggi, disertai dengan kadar HDL yang rendah dan LDL yang tinggi, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pola makan sehat, olahraga teratur, rajin cek kadar kolesterol, dan pengobatan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....