Bahaya Kabut Asap Bagi Paru–Paru: Bukan Sekedar Batuk Biasa
- 20 Sep 2026 14:54 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali pekat di bebrapa wilayah Sumatera, Kalimantan, dan saat ini juga di Sorong selatan bukan lagi sekedar gangguan jarak pandang. Ini adalah ancaman kesehatan serius.
Saat anda menghirup asap, yang masuk bukan hanya asap yang terlihat, tapi campuran kompleks gas beracun dan partikel super halus.
Apa yang Terjadi di Dalam Paru–Paru ?
Partikel halus PM2.5 berukuran 30 kali lebih kecil dari rambut manusia bisa menembus hingga bagian terdalam paru, yaitu alveoli.
Menurut Pakar Paru Universitas Airlangga (UNAIR), Alfian Nur Rosyd, ancaman utama asap karhutla adalah PM2.5 yang dapat memicu iritasi, peradangan, stres oksidatif, serta mengganggu pertahanan alami saluran pernapasan. Keluhannya mata perih, tenggorokan kering, batuk, dada terasa berat, hingga sesak berat jika paparan berlanjut.
WHO juga menegaskan, dampak asap bisa berkisar dari iritasi mata dan saluran napas hingga gangguan yang lebih serius, termasuk penurunan fungsi paru, bronchitis, asma yang memburuk, dan kematian dini. Jika paparan PM2.5 terjadi lama dan berulang , dapat menyebabkan penurunan fungsi paru, memperberat kondisi penderita asma PPOK, serta meningkatkan risiko penyakit paru kronis.
| Baca juga: 5 Komplikasi Campak yang Harus Diperhatikan |
CDC Amerika Serikat mencatat 5 penyakit kronis paling berisiko saat terpapar asap: asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)), diabetes, penyakit ginjal kronik, dan penyakit jantung.
Siapa yang Paling Rentan?
WHO memperingati asap kebakaran hutan adalah ancaman kesehatan yang sering diremehkan dan bisa menempuh jarak lintas negara.
Kelompok paling rentan menurut WHO dan Kemenkes:
Bayi dan anak–anak (paru masih berkembang)
Lansia
Ibu hamil
Penderita asma, PPOK, jantung
Pekerja luar ruangan dan relawan pemadam
Kemenkes mencatat data hingga akhir Agustus 2026: lebih dari 50 ribu kasus ISPA akibat karhutla, dengan hampir 40 ribu terjadi di kelompok usia di atas lima tahun, termasuk lansia.
| Baca juga: Cat Rambut Sembarangan Bisa Berujung Fatal |
Apa yang Harus Dilakukan?
Saran resmi WHO saat kualitas udara buruk karena asap :
Tetap di dalam ruangan dengan pintu dan jendela tertutup
Gunakan masker yang pas yaitu masker N95 jika harus keluar rumah
Kurangi aktivitas luar ruangan , terutama untuk anak, lansia, dan ibu hamil.
Jika sesak berat, nyeri dada, atau batuk menetap setelah terpapar asap, segera ke fasilitas kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....