Tips Menyimpan Jamu Tradisional di Kulkas agar Tetap Segar dan Aman Dikonsumsi

  • 31 Agt 2026 12:28 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Minuman herbal atau jamu tradisional khas Indonesia hingga kini masih menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh secara alami. Namun, karena umumnya dibuat tanpa bahan pengawet sintesis, jamu segar memiliki masa simpan yang cenderung singkat.

Agar khasiat dan kesegarannya tetap terjaga, penyimpanan yang tepat di dalam lemari es (kulkas) menjadi hal yang sangat penting. Durasi ketahanan jamu di dalam kulkas pada dasarnya tergantung pada jenis bahan baku dan proses pengolahannya.

Daya Tahan Jamu di Dalam Kulkas

Jenis Jamu TradisionalMasa Simpan di Kulkas (Chiller)Jamu Perasan/Segar (contoh: Beras Kencur dengan perasan pati beras)2 – 3 hariJamu Rebusan/Godokan (contoh: Kunyit Asam, Temulawak, Sinom)3 – 5 hariJamu Rebus Ekstra Asam/Gula (kadar gula atau asam lebih tinggi)Hingga 7 hari.

Jamu segar jenis perasan seperti beras kencur cenderung lebih cepat basi karena mengendapkan bahan alami seperti pati beras. Sementara itu, jamu godokan yang dimasak hingga mendidih dan menggunakan bahan pengawet alami seperti asam jawa atau gula merah memiliki masa simpan yang sedikit lebih panjang.

Tips Menyimpan Jamu Agar Tidak Mudah Basi

Untuk memastikan kualitas jamu tetap prima selama disimpan, berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:

  • Sterilkan Wadah Penyimpanan: Gunakan botol kaca yang sudah dibilas dengan air panas untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
  • Dinginkan Sebelum Disimpan: Pastikan jamu rebusan sudah dingin sepenuhnya di suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas guna mencegah kelembapan berlebih.
  • Hindari Minum Langsung dari Botol: Gunakan gelas terpisah saat hendak mengonsumsi jamu. Kontak langsung antara bibir dan botol dapat menyalurkan bakteri dari air liur yang mempercepat proses pembusukan.
  • Bekukan untuk Jangka Panjang: Jika ingin menyimpan stok lebih dari seminggu, simpan jamu di dalam freezer.

    Jamu yang dibekukan dapat bertahan hingga 1 hingga 2 bulan.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi fisik jamu sebelum dikonsumsi. Apabila cairan sudah berbusa, teksturnya berlendir, atau mengeluarkan aroma asam yang menyengat dan tengik, sebaiknya jamu tersebut tidak lagi dikonsumsi demi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....