Tanggap KLB DBD, Dinkes Kabupaten Sorong Fogging Fokus Distrik Aimas
- 25 Agt 2026 10:13 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong melalui Program Surveilans Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) menggelar aksi fogging fokus di Distrik Aimas Kabupaten Sorong Papua Barat Daya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Langkah tanggap darurat ini mengeksekusi kerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sorong Wilker Arar dan Puskesmas Malawili untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti sekaligus memutus rantai penularan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Sorong, Agustinus H. Wabia, S.K.M., M.Kes., menegaskan penyemprotan difokuskan pada wilayah yang memiliki riwayat kasus berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan pemantauan jentik. Senada dengan itu, Penanggung Jawab Program Surveilans, Maya Ongge, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa analisis data berpotensi wabah terus dioptimalkan agar intervensi nyata dapat langsung dilakukan di lapangan.
Pelaksanaan fogging fokus dipusatkan pada dua kelurahan utama, yakni Kelurahan Malasom dan Aimas. Penyamprotan menyasar beberapa lokus vital:
- Jl. Perkutut (RT 002/RW 011, Malasom)
- Kompleks Sekolah Muhammadiyah (SD, SMP, dan SMA, Malasom)
- Jl. Wortel (Malasom)
- Jl. Kalin & Jl. Enau (Aimas)
Puskesmas Malawili dan Perumahan Nakes

Pelaksanaan Fogging di wilayah Distrik Aimas.
Aturan Ketat Pengasapan dan Lonjakan Kasus
Dinkes Kabupaten Sorong menekankan bahwa fogging wajib dilakukan secara presisi dengan dosis dan kurun waktu terukur, bukan atas permintaan sepihak tanpa analisis. Pengasapan sembarangan berisiko memicu resistensi insektisida pada nyamuk, sebagaimana disorot dalam riset BRIN dan Kemenkes RI terkait kebalnya populasi nyamuk terhadap bahan aktif sintetik seperti piretroid.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) per 18 Agustus 2026, akumulasi kasus DBD di Kabupaten Sorong telah menembus 40 kasus. Puskesmas Malawili menjadi episentrum penularan dengan menyumbang 85 persen dari total kasus (34 orang).
Hasil korelasi data BMKG menunjukkan lonjakan kasus dipicu oleh bio-lag effect dinamika cuaca. Peningkatan hujan pada Mei–Juni memicu genangan air sarang nyamuk, hingga puncaknya pada musim hujan Juli–Augustus yang menyumbang 52,5 persen (21 kasus) dari total akumulasi.

Langkah Pencegahan dan Antisipasi Berkelanjutan
Masyarakat diimbau mewaspadai gejala khas DBD seperti demam naik-turun dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Mengingat sebagian wilayah juga menghadapi periode krisis air, warga disarankan menerapkan langkah pencegahan berikut:
- Menutup Rapat Penampungan Air: Mencegah nyamuk betina bertelur di drum atau bak mandi.
- Penggunaan Abate/Larvasida: Ditaburkan pada wadah air yang sulit dibersihkan secara rutin.
- Pelihara Ikan Pemakan Jentik: Dimanfaatkan untuk kolam atau penampungan air berukuran besar.
- Teknik Pindah Saring Air: Menguras air tanpa membuangnya, melainkan menyaring air menggunakan kain halus ke wadah sementara sambil menyikat dinding penampungan hingga bersih dari telur nyamuk.
Guna mengantisipasi penyebaran akibat mobilitas warga, Dinkes memperkuat kesiapsiagaan dengan mengintensifkan Gerakan PSN 3M Plus, melakukan larvasidasi selektif, serta memastikan ketersediaan kit RDT Combo Dengue dan cairan rehidrasi di Puskesmas Malawili serta RSUD Kabupaten Sorong hingga September mendatang.
Informasi terkini mengenai pemantauan penyakit berpotensi wabah di Kabupaten Sorong dapat diakses melalui akun media sosial resmi Program Surveilans di Instagram (@surveilans_dinkessorongPBD) dan Facebook (Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Papua Barat Daya).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....