Patah Tulang? Ini Alasan Medis Wajib ke Rumah Sakit, Bukan Tukang Urut

  • 24 Agt 2026 14:17 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Kasus cedera akibat kecelakaan kerja, olahraga, maupun lalu lintas sering kali diiringi penanganan yang keliru. Salah satu kesalahan fatal yang kerap terjadi di masyarakat adalah membawa korban patah tulang tangan atau kaki ke tukang urut tradisional alih-alih ke rumah sakit.

Dokter Spesialis Orthopedi menegaskan bahwa tindakan memijat atau mengurut area yang patah sangat berbahaya. Pemijatan paksa dapat menyebabkan tepi tulang yang patah menyayat jaringan otot, merusak pembuluh darah, hingga memutuskan jaringan saraf di sekitarnya.

Penanganan patah tulang secara medis melalui tindakan rontgen (X-Ray) sangat krusial untuk memastikan posisi pergeseran tulang. Penataan kembali posisi tulang harus dilakukan secara presisi oleh tenaga medis agar tidak terjadi penyambungan tulang yang salah (malunion), cedera permanen, atau infeksi fatal.

Masyarakat diimbau untuk segera menerapkan pertolongan pertama yang tepat jika menghadapi kondisi dugaan patah tulang:

  • Imobilisasi Area Cedera: Pastikan tangan atau kaki yang cedera tidak digerakkan sama sekali. Hindari mencoba meluruskan atau memutar posisi anggota tubuh yang bengkok.
  • Pasang Bidai: Gunakan papan, kayu, atau kardus kaku di bawah dan samping bagian yang patah, lalu ikat secara perlahan menggunakan kain bersih untuk menahan pergerakan selama perjalanan.
  • Kompres Dingin: Balut es batu dengan kain bersih dan letakkan di area yang bengkak untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan.
  • Hentikan Pendarahan: Jika terjadi patah tulang terbuka dengan luka luar, tekan perlahan area sekitar luka memakai kain steril.
  • Segera ke IGD: Bawa korban secepatnya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat untuk penanganan medis tepat dan aman.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....