Jaga Kondisi Tubuh saat Musim Panas dan Kemarau Panjang

  • 31 Jul 2026 21:07 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Saat musim kemarau dan cuaca panas, tubuh lebih mudah kehilangan cairan dan terpapar suhu tinggi. Musim kemarau yang terjadi di seluruh Indonesia juga berdampak bagi kita di Kota Sorong, Papua Barat Daya, selain cuaca kering dan berdebu, disertai juga dengan angin kencang, yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan melakukan beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah terjadinya gangguan kesehatan:

  • Minum air putih secara teratur, jangan hanya saat merasa haus. Jika banyak berkeringat, pertimbangkan minuman yang membantu mengganti elektrolit bila diperlukan.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung pada pukul sekitar 10.00–16.00 jika memungkinkan, karena intensitas sinar UV biasanya paling tinggi.
  • Gunakan pakaian yang longgar, berwarna terang, dan berbahan yang menyerap keringat. Topi bertepi lebar dan kacamata hitam juga dapat membantu saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF yang sesuai jika berada di luar ruangan, dan aplikasikan ulang sesuai petunjuk pada kemasan.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk buah dan sayur yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, dan tomat.
  • Kurangi aktivitas fisik berat saat cuaca sangat panas. Bila harus berolahraga, pilih waktu pagi atau sore hari.
  • Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik atau gunakan kipas angin/AC bila tersedia.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar dan mampu beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi.
  • Waspadai tanda-tanda dehidrasi atau kelelahan akibat panas, seperti haus berlebihan, mulut kering, pusing, lemas, urin berwarna kuning pekat, atau kram otot. Jika muncul gejala berat seperti kebingungan, pingsan, atau suhu tubuh sangat tinggi, segera cari pertolongan medis.

Dengan menjaga asupan cairan, mengurangi paparan panas berlebih, dan menerapkan pola hidup sehat, risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau dan musim panas dapat dikurangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....