Pelecehan Seksual: Kenali Dampak, Patahkan Mitos, Pahami Faktanya
- 20 Jul 2026 10:02 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pelecehan seksual masih menjadi persoalan serius yang sering diselimuti berbagai mitos. Kesalahpahaman ini tidak hanya membuat masyarakat sulit mengenali bentuk pelecehan seksual, tetapi juga dapat menghambat korban untuk mencari pertolongan. Oleh karena itu, penting untuk memahami fakta yang didasarkan pada pengetahuan dan hukum, sehingga kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua orang.
dr. Lahargo Kembaren, SpKJ selaku Spesialis Kedokteran Jiwa menyebut ada beberapa mitos dan fakta tentang pelecehan seksual yang perlu diketahui.
“Jangan percaya mitos, tetapi kita perlu pahami faktanya. Mitos yang sering terjadi disekeliling kita yaitu korban yang menggoda, korban pasti melawan, hanya Perempuan yang menjadi korban, pelaku selalu orang asing dan pelecehan hanya terjadi sekali dan bukan hal serius. Sedangkan faktanya pelaku yang memilih melakukan pelecehan, banyak korban membeku (freze) itu respon alami, siapapun bisa menjadi korban, Sebagian besar pelaku adalah orang yang dikenal dan setiap bentuk pelecehan adalah serius dan dapat menimbulksn dampak jangka Panjang.” Ujarnya
Ia juga menjelaskan beberapa dampak psikologis yang terjadi pada orang yang mengalami pelecehan seksual.
“pelecehan seksual bisa menyebabkan trauma psikologis seperti pengalaman yang sulit dilupakan, gangguan cemas, merasa khawatir takut berlebihan dan gelisah, korban juga mengalami depresi, sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat dan merasa tidak berharga. Korban juga akan mengalami PTSD kani kilas balik, mimpi buruk dan mudah terpicu. Mengalami gangguan tidur, sering terbangun atau mimpi buruk. Seangan panik seperti jantung berdebar, sesak, dan rasa takut yang tiba-tiba. Rasa bersalah dan malu merasa diri sendiri penyebabnya. Korban menarik diri, menghindari orang, tempat atau situasi yang tertentu, sulit percaya pada orang lain, merasa tidak aman dan selalu waspada. Pada Sebagian korban terutama bila tidak mendapat dukungan punya pikiran untuk bunuh diri.” Jelasnya
Yang harus berubah adalah perilaku pelaku bukan menyalahkan korban. Mari ciptakan lingkungan yang aman, saling menghormati, peduli dan berani bertindak. Diam bukan Solusi, peduli adalah kunci.
dr. Lahargo juga menyampaikan pesan selaku psikiater kepada orang-orang yang mengalami pelecehan seksual.
“dampak pelecehan seksual sering kali tidak terlihat dari luar, luka emosional dapat bertahan lama dan memengaruhi Kesehatan mental, hubungan interpersonal, serta kualitas hidup seseorang. Korban yang mengalami kecemasan, mimpi buruk, depresi, kilas balik trauma, arau perubahan perilaku sebaiknya mendapatkan penanganan professional sedini mungkin. Dukungan keluarga, Masyarakat dan akses terhadap layanan Kesehatan mental merupakan bagian penting dari proses pemulihan.” Ucapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....