Masakan Bersantan Boleh Dipanaskan Berulang? Ini Penjelasannya
- 28 Mei 2026 18:51 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Sejatinya santan tidaklah berbahaya, santan mengandung sekitar 20 – 30 persen lemak yang memberi rasa gurih khas pada masakan. Ketika makanan bersantan dipanaskan berulang – ulang dan lama, lemaknya bisa mengalami oksidasi dan ketengikan.
Prof. Zulys, Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, menjelaskan dari segi kacamata sains, ia mengungkapkan bahwa oksidasi lemak tak jenuh dari proses pemanasan masakan bersantan secara berulang ini akan menghasilkan peroksida yang kemudian teruari menjadi produk sekunder seperti aldehid, keton dan alkohol yang menyebabkan bau dan rasa tidak enak pada masakan bersantan.
Lebih lanjut Zulys mengatakan, selain menurunkan kualitas minyak proses oksidasi ini juga dapat menghasilkan radikal bebas yang berpotensi merugikan kesehatan. Tapi ada satu hal yang sering salah dipahami. Lemak santan tidak berubah dari lemak baik menjadi lemak jenuh hanya karena dipanaskan, yang terjadi adalah lemaknya rusak atau teroksidasi.
Jadi masalah utamanya bukan santannya berubah jadi lemak jahat tetapi pemanasan berulang bisa menurunkan kualitas lemaknya. Karena itu masakan bersantan boleh dipanaskan lagi dengan panas yang terukur tetapi hindari terlalu sering, maksimal tiga kali dan jangan terlalu lama. Yang tidak baik itu kalau dipanaskan terus menerus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....