Rokok Herbal Tidak Kalah Berbahaya dari Rokok Biasa
- 26 Mei 2026 07:37 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Banyak yang percaya bahwa rokok herbal katanya lebih sehat bahkan lebih menyembuhkan penyakit karena tanpa nikotin dan tar. Tidak hanya itu rokok herbal juga dipercaya dapat menghentikan kebiasaan merokok. Namun, benarkah demikian?
Prof. Zulys Guru Besar FMIPA dari Universitas Indonesia menjelaskan, rokok herbal sering dianggap lebih aman karena tidak mengandung tembakau atau nikotin. Biasanya berisi bahan alami seperti lavender, ginseng, peppermint atau cengkeh. Dari situ muncul klaim bahwa rokok ini menyehatkan, bahkan bisa menyembuhkan.
Lebih lanjut Zulys mengatakan, dar sisi sains tidak berhenti di bahan melainkan apa yang terjadi saat dibakar dan dihirup. Ketika rokok herbal dibakar yang masuk ke tubuh kita bukan lagi daun atau bunga tapi asap hasil pembakaran, dan asap itu bukan asap sederhana, ia mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya seperti karbon monoksida, senyawa aromatik polikslik, nitrosamin, radikal bebas, tar dan partikel halus pm 2.5. Jadi meskipun tanpa nikotin tetap menghasilkan racun yang serupa bahayanya dengan rokok biasa.
Penelitian juga menunjukan bahwa menghirup asap rokok herbal dapat memicu gangguan metabolisme, penyakit kronis hingga meningkatkan resiko kanker. Paparan terus – menerus bisa merusakan paru – paru, menyebabkan inflamasi, menurunkan fungsi pernapasan.
Yang lebih berbahaya adalah rokok herbal membuat orang merasa aman lalu merokok lebih banyak dan akibatnya total racun yang masuk justru makin besar. Efek postif dari lavender yang menenangkan misalnya hanya berlaku dalam bentuk molekul murni bukan setelah dibakar, begitu juga cengkeh dan peppermint setelah dibakar senyawanya sudah rusak.
Perlu diingat tembakau sendiri juga berasal dari tanaman alias herbal jadi tidak rokok yang aman, apapun yang dibakar dan masuk ke paru – paru berpotensi menjadi racun. Jangan mudah tertipu dengan label alami, tubuh kita butuh oksigen dari udara yang bersih bukan dari asap hasil pembakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....